Bupati Jombang Prihatin Jatuhnya Korban Jiwa Peristiwa Perahu Terbalik

Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab saat bertemu dengan keluarga korban meninggal dunia peristiwa perahu penyeberangan yang terbalik di Posko Pencarian dan Pertolongan di Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, Selasa (03/03). [arif yulianto/bhirawa].

Jombang, Bhirawa
Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab menyampaikan rasa prihatinnya atas terjadinya peristiwa naas, terbaliknya perahu penyeberangan (tambangan) di Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang yang berbatasan dengan Kabupaten Nganjuk, Sabtu malam (29/02).
Dari enam orang yang menumpang perahu tersebut, dua orang dinyatakan selamat, sementara saat itu, empat orang lainnya dinyatakan hilang. Hingga berita ini ditulis, Selasa petang (03/03), tiga orang penumpang telah berhasil ditemukan.
“Ini adalah warga masyarakat kita, terutama (yang) di Kabupaten Jombang, Pemerintah Kabupaten Jombang ikut prihatin dan berbela sungkawa atas kejadian ini,” kata Bupati Jombang saat bertemu keluarga korban meninggal dunia peristiwa perahu terbalik, di Posko Pencarian dan Pertolongan di Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, Selasa (03/02).
Bupati menambahkan, pihaknya juga akan melakukan kunjungan resmi kepada para keluarga korban meninggal dunia peristiwa terbaliknya perahu tambangan ini.
“Nanti kita akan berikan santunan kepada keluarga, karena ini juga musibah,” imbuh Bupati.
Menurut Bupati, di sepanjang Sungai Brantas di Kabupaten Jombang hingga perbatasan Kabupaten Nganjuk terdapat banyak tambangan perahu, seperti di daerah Bandar Kedungmulyo, Megaluh, hingga daerah Kecamatan Kesamben. Salah satu tempat perahu penyeberangan yakni, tambangan perahu yang ada di Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang yang rute penyeberangan perahu ini menuju daerah Patianrowo, Nganjuk.
Bupati mengungkapkan, pihaknya nantinya akan melihat sejauh mana perahu-perahu yang digunakan untuk jasa penyeberangan yang ada di Kabupaten Jombang.
“Perahu-perahu yang dipakai penyeberangan ini, harus memenuhi syarat. Kita sesuaikan nanti dengan Dinas Perhubungan,” imbuh Bupati.
Oleh karenanya, terkait hal ini, pihaknya akan bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim).
“Dan penertiban ini (wewenang) provinsi. Kita akan laporkan ke Provinsi Jawa Timur, dalam hal ini adalah Dinas Perhubungan (Jatim), termasuk juga DAS Brantas,” tambah Bupati.
Bupati juga menambahkan, hasil penertiban itu nantinya diharapkan juga tidak mematikan usaha perahu penyeberangan (tambangan).
“Jadi boleh (buka) tambangan, asal kapalnya memenuhi syarat. Sampai pengemudinya juga harus betul-betul bisa. Karena seperti yang di Megaluh kita lihat kan sudah bagus, sudah bisa sampai (mengangkut) mobil, lampunya juga ada, salah satunya seperti itu,” papar Bupati Jombang.
Sebelumnya, sebuah perahu penyeberangan Sungai Brantas berpenumpang enam orang termasuk pengemudi perahu, mengalami kecelakaan hingga terbalik. Peristiwa naas itu terjadi pada Sabtu (29/02) malam sekitar pukul 23.00 WIB, tepatnya di Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang. Selain mengangkut enam penumpang, di perahu tersebut juga terdapat tiga unit sepeda motor yang ikut tenggelam.
Dari enam penumpang tersebut, dua korban berhasil selamat. Yakni, Feriansyah (25), warga Dusun Sentanan, Desa Ngrombot, Kecamatan Patianrowo, Nganjuk, dan Sukar (55), warga Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang.
Dua orang pada hari Senin (02/03) sudah di temukan yakni, Surif (45) warga Dusun Klaci Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, dan Serda Dadang (22) anggota TNI AD dari Batalyon 521 Wirayuda Kediri yang merupakan warga Dusun Sentanan, Desa Ngrombot, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk. Sementara satu orang lagi dikabarkan telah ditemukan pada Selasa (03/03).(rif)

Tags: