Bupati Lakukan Ground Breaking Pembangunan Gedung Baru Bank Jombang

Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab saat acara Ground Breaking Ceremony Pembangunan Gedung Kantor PT BPR Bank Jombang, Rabu (31/01). [arif yulianto/bhirawa]

Pemkab Jombang, Bhirawa
Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab melakukan ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan Gedung Kantor Perseroda PT. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Jombang, Rabu (31/03).

di Jalan Raya KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) nomor 153-155 Jombang, Rabu (31/03). Sesuai perencanaan awal, gedung baru Bank Jombang tersebut bakal memiliki 7 lantai.

“Semoga dengan pembangunan kantor baru ini, semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat. Dan dengan keberadaan kantor baru harus dibarengi pula dengan pelayanan yang meningkat,” kata Bupati Mundjidah Wahab.

Bupati Jombang menambahkan, peningkatan pelayanan tersebut yakni dengan melakukan terobosan atau inovasi atas pelayanan. Termasuk, meningkatkan kemudahan bagi masyarakat Jombang yang menjadi nasabah.

“Salah satu program Bank Jombang yang telah mendapat respon dari masyarakat yakni arisan Simarmas Emas. Sampai saat ini, jumlah anggotanya telah mencapai angka 7 ribu nasabah,” tambahnya.

Secara khusus Bupati Jombang berpesan agar keberadaan Bank Jombang benar-benar bisa dirasakan oleh warga Kabupaten Jombang. Dalam arti, saat proses pembangunan kantor baru, harus memprioritaskan warga Jombang.

“Saya berpesan agar Bank Jombang secara langsung dapat memberikan dampak atas keberadaannya. Termasuk dalam proses pembangunan gedung baru, harus memprioritaskan warga Kabupaten Jombang,” tandas Bupati Mundjidah Wahab.

Direktur Utama PD BPR Bank Jombang, Afandi Nugroho mengungkapkan, secara umum, gedung baru yang dibangun bakal memiliki 7 lantai. Untuk mewujudkannya, pihaknya memerlukan alokasi anggaran sebesar 20 Miliar Rupiah. Sementara, estimasi pengerjaan sendiri, 330 hari kerja.

“Untuk mewujudkan kantor baru ini, kami memerlukan anggaran 20 Miliar. Sesuai rencana awal bakal memiliki 7 lantai, dan proses pengerjaannya selama 330 hari,” ungkapnya.

Alokasi anggaran tadi kata dia, bukanlah bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Namun hasil dari pinjaman yang dkucurkan oleh 11 BPR milik Pemda.

“Kalau berbicara keuangan, kami sebenarnya mampu. Namun karena dipergunakan untuk kepentingan investasi, secara otomatis kami harus berfikir ulang,” ulasnya.

Terkait gedung baru yang menjalani ground breaking, sambungnya, merupakan perwujudan dari mimpi yang telah diproyeksikan 7 tahun silam.

“Untuk mewujudkan asa itu, kami telah berencana untuk membeli tanah atau membeli gedung baru. Nah ternyata ketika RUPS di Bandung 2 tahun lalu, keinginan itu direspon oleh Ibu Bupati. Yakni memberikan hibah tanah yang kini dipergunakan untuk pembangunan gedung baru,” bebernya.

Apabila dihitung, harga asset tanah yang dihibahkan sebesar 3,5 Miliar Rupiah. Setelah menjalani revaluasi asset, total Bank Jombang memperoleh tambahan modal sebesar 30 Miliar Rupiah.

“Untuk nilai tanah yang dihibahkan sebesar 3,5 Miliar. Dan setelah menjalani revaluasi asset dari appraisal, total suntikan modal ke kami mencapai 30 Miliar,” terangnya.

Setelah pembangunan gedung baru yang mulai berjalan, Bank Jombang memastikan melanjutkan Program Simpanan Absen Masyarakat (Simarmas), dan setelah gedung baru sudah jadi dan diresmikan, bakal ada program yang diluncurkan, yakni kredit sarana ibadah.

“Harus diakui bila sarana ibadah merupakan bentuk usaha yang tidak lapuk dimakan usia. Maka saat gedung baru jadi nanti, kami bakal meluncurkan kredit ibadah haji,” tutupnya. [rif]

Tags: