Bupati Lamongan Jemput Investor ke Surabaya

Bupati Fadeli pimpin langsung paparan kepada investor di Surabaya.[suprayitno/bhirawa]

Bupati Fadeli pimpin langsung paparan kepada investor di Surabaya.[suprayitno/bhirawa]

(Presiden Jokowi Bakal Berkunjung ke Lamongan)
Lamongan, Bhirawa
Tidak biasanya, gathering Pemkab Lamongan bersama investor tahun ini dilaksanakan Surabaya. Selama bertahun-tahun, acara yang digagas untuk menggaet investor baru itu selalu dilaksanakan di Lamongan. “Saya datang sendiri, langsung memberikan pemaparan, menjembut Bapak dan Ibu ke Surabaya untuk menanamkan investasi di Lamongan, ” kata Bupati Fadeli membuka pemaparannya di Hotel Swiss Bellinn, Surabaya, Rabu (28/9).
Di kemudian menyebutkan bagaimana pemerintah pusat tengah getol mengeluarkan hingga 13 paket kebijakan ekonomi. “Apa yang sudah disampaikan pemerintah pusat, terutama terkait paket kebijakan ke 12 dan 13, yakni penyederhanaan dan deregulasi perizinan, ini yang akan coba benar-benar kami terapkan di Lamongan, ” ujarnya. “Pada intinya, kami siap memberikan pelayan terbaik bpada investor. Perijinan di Lamongan harus mudah dan murah, ” katanya menambahkan.
Terkait potensi investasi, Fadeli menyebut masih ada lahan yang bisa dimanfaatkan di Pantura Lamongan, terutama di Kecamatan Brondong. Dia mengungkapkan terdapat 3 ribu hektar lahan di tepi pantai yang bisa dimanfaatkan.
Fadeli kemudian menyebutkan data di tahun 2015, Lamongan mampu memproduksi 121.915 ton ikan, yang memiliki peluang industrialisasi. Karena baru dimanfaatkan 50 persennya saja untuk industri. Kemudian di wilayah tengah ke arah Jombang dan ke arah Mojokerto sangat potensial pula untuk industri. “Kami sangat memahami apa yang dibutuhkan para pebisnis dan investor. Saya siap langsung membantu investor yang mau masuk ke Lamongan,” katanya berpromosi.
Kepada ratusan investor bersama perwakilan Kadin Jawa Timur yang hadir, Fadeli mengungkapkan Pemkab Lamongan tengah fokus untuk melipatgandakan produksi jagung yang di tahun 2015 sebesar 324.548 ton pipilan kering, menjadi dua kali lipat melalui pertanian modern. Produksi yang melimpah itu nantinya tentu membutuhkan industri untuk menampungnya.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua Kadin Jawa Timur Bidang Peternakan perikanan dan Hasil Laut Kahirul Jaelani. Dia mengatakan yang diperlukan pengusaha adalah kemudahan perijinan. “Kalau ada kemudahan ijin, investasi pasti datang berbondong-bondong. Karena selama ini itulah yang menjadi hambatan investor,” ujarnya.
Di Lamongan, selama tahun 2015 nilai inveatasi yang masuk mencapai Rp 3.135.341.878.643, dengan jumlah perusahaan sebanyak 1.385 unit. Itu terdiri dari PMDN sebesar Rp 1.196.456.217.143 dan PMA sebesar Rp 1.038.885.661.500.
Sedangkan sampai dengan tribulan kedua tahun 2016, investasi yang masuk sudah mencapai Rp 711.539.024.471, dengan jumlah perusahaan sebanyak 721 unit. Fadeli sendir menyebut di akhir tahun nanti dia optimis ada peluang investasi yang masuk bisa mencapai Rp 5 triliun.
Dikunjungi Jokowi
Sementara itu, Bupati Lamongan, H Fadeli mengatakan, Presiden Joko Widodo atau dipanggil Jokowi ini akan berkunjung ke Lamongan dalam rangka paned pedet. Rencananya, 1000 pedet akan dipanen secara resmi oleh Jokowi pada 8 Oktober 2016. Wilayah panen pedet tersebut dilaksanakan di Kecamatan Gedung Gondang, Kabupaten Lamongan. “Sebelum Jokowi berkunjung ke Lamongan, 6-7 Oktober 2016 kami akan mengumpulkan para investor ternak di Lamongan,” kata Fadeli.
Di sisi lain, Fadeli mengungkap bahwa Lamongan juga berupaya meningkatkan sektor pertanian. Saat ini, komoditas pertanian yang sedang ditingkatkan ialah jagung, tentu disamping beras dan kedelai. Sekarang ini sudah dibuat kawasan-kawasan pengembangan jagung.
Produksi jagung di Kabupaten Lamongan menempati urutan kedua terbesar di Jawa Timur. Kata Fadeli, produksi jagung sebsar 5,8 ton per hektar. Harapannya dalam waktu 2-3 tahun ke depan akan meningkat menjadi 10 ton per hektar. Total produksinya selama tahun 2015 sebanyak 325 ribu ton. “Dalam 2-3 tahun ke depan harapan saya produksi jagung di Lamongan bisa mencapai 500 ribu ton per tahun,” ujarnya berharap. [yit,ma]

Tags: