Bupati Madiun: KPBU untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Bupati Madiun, H. Ahmad Dawami memimpin Rakor Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) mengenai proyek PJU (Penerangan Jalan Umum) di Kabupaten Madiun di Graha Praja Mukti Kab. Madiun, Rabu (16/12). [sudarno/bhirawa]

Pemkab Madiun, Bhirawa
Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) mengenai proyek PJU (Penerangan Jalan Umum) di Kabupaten Madiun terus menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Terbukti, pada Rabu (16/12) bertempat di Graha Praja Mukti Kab. Madiun tengah berlangsung acara market souding (penjajakan minat pasar) atau sebuah proses interaksi untuk mengetahui masukan maupun minat calon investor, perbankan atas KPBU yang dikerjasamakan.

Acara yang dilakukan secara virtual ini dihadiri oleh Bupati Madiun, H. Ahmad Dawami, Sekda Tontro Pahlawanto, Kepala BAPPEDA, Kadin PU, Kadin Perhubungan, DPRD, maupun OPD terkait. Selain itu, juga dari BAPPENAS, BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal), PT PII (Penjaminan Infrastruktur Indonesia), konsultan dan lembaga terkait lainnya.

Dalam kesempatan ini Bupati menegaskan, KPBU PJU harus direalisasikan dalam rangka mengurangi angka kecelakaan dan meningkatkan minat investasi, dengan harapan masyarakat mendapatkan multi player effect-nya. “Kami dari Pemda tugasnya mensejahterakan masyarakat dengan adanya PJU ini,” jelas Bupati Dawami.

Disamping itu Bupati menambahkan, pihaknya juga selalu berupaya agar iklim investasi di Kabupaten yang berjuluk Kampung Pesilat Indonesia ini selalu kondusif demi kenyamanan para investor. Seperti kemudahan dalam perijinan, komitmen terhadap hak dan kewajiban antara investor, pekerja mapun pemerintah.

Dijelaskan Bupati Dawami bahwa Kabupaten Madiun dilalui jalan tol dan terdapat dua pintu tol yang memudahkan akses transportasi di Kabupaten Madiun. Bahkan, pihaknya juga telah menyiapkan lahan bagi investor.

Dalam kesempatan ini, Kepala BAPPEDA Kabupaten Madiun, Kurnia juga memaparkan peta rencana pembangunan PJU Kabupaten Madiun. Tahap awal sepanjang 274,070 km dengan kebutuhan titik PJU sebanyak 6.929. Dengan KPBU PJU ini diharapkan akan meningkatkan minat investor untuk berinvestasi di Kabupaten Madiun yang memiliki Porang berkualitas eksport, potensi kakao, cengkeh maupun komoditas unggulan lainnya. Begitupun pihak PT. PII, Bappenas dan BKPM juga melakukan pemaparan, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. [dar]

Tags: