Bupati Madiun Lantik Dua Pejabat Tinggi Pratama

Bupati Madiun, H. Ahmad Dawami melantik dua pejabat tinggi pratama di lingkup Pemkab Madiun. Yakni Agung Tri Widodo sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi Pembangunan dan Keuangan. Sedangkan Soedjiono sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Rabu (23/12). [sudarno/bhirawa]

Kabupaten Madiun, Bhirawa
Bupati Madiun H. Ahmad Dawami melantik dua Pejabat Tinggi Pratama untuk mengisi kekosongan jabatan sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi Pembangunan dan Keuangan serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.

Pelantikan dan pengambilan sumpah janji berlangsung di Pendopo Ronggo Djoemeno, Rabu (23/12), dengan protkol kesehatan COVID-19 ketat.

Adapun pejabat yang dilantik yakni Agung Tri Widodo sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi Pembangunan dan Keuangan yang sebelumnya sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun.

Sedangkan Soedjiono sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, sebelumnya Kepala Bagian Tata Pemerintahan Kabupaten Madiun.

“Dengan dilantiknya dua orang pejabat tinggi pratama ini saya berharap dapat menerjemahkan dan mengimplementasikan kebijakan ke seluruh Organisasi Perangkat Daerah dan instansi vertikal dengan perencanaan yang terintegrasi. Tentunya untuk mencapai satu tujuan yang dikerjakan bersama-sama,” ungkap Bupati.

Dirinya menjelaskan dengan diraihnya penghargaan Innovasi Goverment Award (IGA), Pemkab Madiun memiliki banyak inovasi yang mencuri perhatian Pemerintah Pusat.

“Di tahun 2021, kita bisa semakin baik lagi dalam meningkatkan inovasi yang berorientasi pada kenaikan kinerja sehingga dapat dirasakan masyarakat”, ujarnya memberi semangat.

Karena pandemi COVID-19 belum berakhir, Bupati tidak bosan-bosannya meningatkan agar para pimpinan OPD dan Pejabat yang baru dilantik untuk mensosialisasikan pentingnya protokol kesehatan.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Madiun, Endang Setyowati menjelaskan, pemilihan Pejabat Tinggi Pratama ini telah melalui serangkaian proses seleksi yang terbuka.

Adapun panitia seleksi terdiri dari Sekretaris Daerah, Kepala BKD, Kepala BKN Regional II Surabaya, Akademisi, dan BPSDM. Terdapat 6 orang yang mengikuti seleksi Pejabat Tinggi Pratama kali ini, hingga akhirnya terpilih dua orang tersebut. [dar]

Tags: