Bupati Malang Tanggung Biaya Pendidikan Anak Pasutri Bunuh Diri

Kapolsek Wagir AKP Sri Widyaningsih saat berada di rumah duka, Desa Petungsewu, Kec Wagir, Kab Malang, pada Selasa (10/3) kemarin.

Kab Malang, Bhirawa
Kasus bunuh diri pasangan suami istri (pasutri) yang bernama Joko Waluyo (43) dan Yuli Irawati (38), asal Desa Petungsewu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, pada Selasa (10/3), hal ini telah membuat perhatian Bupati Malang HM Sanusi. Sebab, pasutri yang mengakhiri hidupnya itu, telah meninggalkan tiga orang anak, dari ketiga anak tersebut dua anak yang kini masih duduk dibangku sekolah.
Sehingga Bupati Malang akan menanggung biaya pendidikan kedua anak pasutri tersebut. Sedangkan kedua anak tersebut berencana akan di masukkan ke pondok pesantren (ponpes) yang di asuh Kiai Haji (KH) Safian, yang berada di wilayah Kecamatan Wagir. “Kami akan menanggung semua biaya pendidikan kepada anak dari pasutri, yang pada Selasa (10/3) kemarin, mengakhiri hidupnya dengan melakukan bunuh diri,” ucap Bupati Malang HM Sanusi, Rabu (11/3), saat dihubungi Bhirawa melalui telepon selulernya.
Menurutnya, dengan kejadian kasus bunuh diri pasutri itu, maka dirinya menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Malang agar selalu menjaga keharmonisan rumah tangga. Sehingga menyayangi keluarga diatas segela-galanya, dan pasutri agar tidak mementingkan ego pribadi yang bisa menghambat tumbuh kembang anak dan masa depan anak. Sebab, keluarga yang harmonis diawali dari hubungan yang baik antar keluarga.
“Dari kasus bunuh diri pasutri tersebut, maka yang menjadi korban anak, karena mereka sudah tidak memiliki kasih sayang orang tua. Selain itu, mereka juga masih butuh biaya pendidikan, dan butuh kelangsungan hidupnya. Dan dengan kasus itu, kini mereka sekarang menjadi anak yatim piatu,” papar Sanusi.
Untuk itu, lanjut dia, dirinya akan menanggung semua biaya pendidikan hingga selesai sekolah sesuai dengan program pendidikan 12 tahun atau hingga lulus setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Dan dirinya menginginkan kedua anak dari pasutri itu mau menempuh pendidikan di ponpes, selain mereka nanti mendapatkan ilmu agama, juga mendapatkan ilmu pendidikan umum.
Perlu diketahui, Joko Waluyo (43) dan Yuli Irawati (38) asal Desa Petungrejo Kecamatan Wagir ditemukan tewas, karena diduga bunuh diri di kamarnya, pada Selasa (10/3) pagi, pukul 08.30 WIB. Sedangkan bunuh diri yang dilakukan pasangan tersebut, seperti Joko ditemukan tewas karena gantung diri, sedangkan Yuli ditemukan tewas diduga meminum racun. Dan pasutri itu, telah meninggalkan ketiga anak, yaitu Fery (21), Yoga (16), dan Vera (4).  
Sedangkan dalam kasus pasutri bunuh diri, hingga kini pihak Polres Malang masih belum bisa memastikan terkait kematian Yuli istri Joko, apakah biunuh diri minum racun atau tidak. Karena menurut Kapolsek Wagir AKP Sri Widyaningsih,
tidak ditemukan bekas luka atau racun disekitar tubuhnya. Bahkan, pihak keluarga tidak ingin adanya otopsi. Karena hal itu atas dasar surat wasiat yang ditinggalkan Joko di saku celananya dan juga surat pernyataan keluarga.
“Kami masih terus mendalami kasus ini, sedangkan Joko tewas karena gantung diri karena ada bekas jeratan tali di lehernya. Namun, untuk yang istrinya hanya ada busa di sekitar mulut,” ungkapnya. [cyn]

Tags: