Bupati Mojokerto Serahkan Bantuan APD Sembilan Kampung Tangguh Covid-19

Bupati Pungkasiadi sedang menyerahkan berbagai bantuan logistik.dan APD kepada perwakilan Desa tangguh covid 19.

Mojokerto. Bhirawa
Sebanyak 9 dari 14 kampung tangguh covid 19 yang tersebar di wilayah Kabupaten Mojokerto kini mendapat bantuan APD.dan Logistik, dari Pemda Kabupaten Mojokerto.

Penyerahan bantuan tahap awal ini dilakukan langsung oleh Bupati mojokerto, H. Pungkasiadi secara estafed hingga, Kamis 4/6/20.dimulai di tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Sooko untuk Desa Sooko. Desa Jampirogo dan Desa Wringinrejo. Kecamatan Trowulan untuk Desa Wonorejo, Desa Kejagan dan Desa Bejijong), serta Kecamatan Puri untuk Desa Puri, Desa Balongmojo dan Desa Kenanten.

Bantuan logistik ini secara rinci berupa beras sebanyak 200 kg. 250 masker kain. 5 liter disinfektan. 5 liter handsanitiser. 1 buah wastafel portable. 5 liter sabun tangan dan 5 APD

Bupati Mojokerto dalam sambutanya mengatakan, Kampung Tangguh Covid-19 dimaksudkan untuk mempercepat pemutusan rantai penyebaran Covid-19 dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan. Seperti rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, memakai masker, menghindari kerumunan, selalu menjaga jarak, dan tetap melakukan aktivitas di rumah saja.

“Kampung Tangguh Covid-19 dibentuk untuk mengedepankan kedisiplinan, kemandirian dan gotong royong di hulu yakni desa-desa, dalam upaya mencegah maupun memutus mata rantai pandemi Covid-19. Kampung Tangguh harus jalan, karena ini bisa kita sebut sebagai bentuk kemandirian desa” kata bupati,

Lebih lanjut Bupati menambahkan, kampung Tangguh Covid-19 sendiri dibentuk secara swadaya, oleh dan untuk desa itu sendiri. Dalam pelaksanaannya, Kampung Tangguh Covid-19 minimal memiliki 3 satgas. Yakni satgas tangguh kesehatan, satgas tangguh pangan dan satgas peduli (edukasi, budaya dan psikologi).

Pemkab Mojokerto pun telah melakukan berbagai upaya penanggulangan Covid-19, dengan melaksanakan jaring pengaman sosial, hingga menjaga kondisi sosial dan ekonomi supaya tetap stabil. Semua upaya-upaya tersebut, tentunya membutuhkan kerjasama dan sinergi dengan semua elemen masyarakat.

“Pemerintah Daerah terus berupaya secara bertahap, melakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Kita juga siapkan jaring pengaman sosial, perekonomian, dan meningkatan keamanan. Kita dorong terus masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dan patuh protokol kesehatan. Itu semua bagian dari upaya kita bersama mencegah penyebaran covid-19.

Mengenahi penerapan tatanan baru atau new normal. Pemkab. Mojokerto masih menunggu instruksi pusat terkait penerapan tatanan hidup baru atau new normal. New normal adalah bagian dari upaya untuk hidup tetap produktif, di tengah pandemi Covid-19 belum dapat dipastikan kapan selesainya. Untuk itu, pusat dan daerah harus paralel bangkit bersama menciptakan iklim kondusif.

“Saat ini kita sedang mempersiapkan new normal, seperti yang diinstruksikan pusat. Kita akan mulai siapkan di beberapa titik untuk penerapannya. New normal ini ditujukan bagi kita semua, agar tetap hidup produktif namun dengan menerapkan protokol kesehatan agar jangan sampai terinfeksi covid-19,” pesan Bupati Pungkasiadi.(min)

Tags: