Bupati Mundjidah Wahab: Jombang Zona Orange, Belum Perlu Ditetapkan PSBB

Bupati Jombang didampingi Kapolres Jombang dan Kasdim 0814 Jombang saat diwawancarai, Kamis (07/01). [arif yulianto/bhirawa].

Jombang, Bhirawa
Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab menegaskan, saat ini Kabupaten Jombang berpredikat zona orange dalam kasus Covid-19. Oleh karenanya, Bupati Jombang menyampaikan bahwa, saat ini di Kabupaten Jombang belum perlu ditetapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Hal itu disampaikan Bupati Mundjidah Wahab didampingi Kapolres Jombang, AKBP Agung Setyo Nugroho dan Kasdim 0814 Jombang, Mayor Inf M Run Hardjono saat diwawancarai wartawan, Kamis (07/01).

Bupati mengatakan, untuk menetapkan PSBB bukanlah langkah yang mudah, dan hal tersebut juga ditetapkan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi.

“Jadi alhamdulillah kita sudah (zona) orange sekarang ini, jadi belum perlu diadakan PSBB untuk Kabupaten Jombang,” kata Bupati Jombang.

Bupati berharap, seluruh masyarakat Kabupaten Jombang lebih menyadari dan mengikuti Protokol Kesehatan (Prokes) dengan ketat.

Hal yang sama juga disampaikan Wakil Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jombang, M Syarif Hidayatulloh. Dia menyampaikan bahwa, saat ini Kabupaten Jombang sudah berada di zona orange pada kasus Covid-19.

“Kalau PSBB itu kan nasional. Artinya nasional yang mungkin menentukan daerah-daerah mana yang sepatutnya untuk PSBB. Tapi kalau Jombang saya pikir belumlah, karena kita sekarang sudah berubah zona orange,” ucap dia.

Sementara itu, terkait perkembangan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), saat dihubungi lewat sambungan Telepon Seluler (Ponsel) nya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang, Agus Purnomo menjelaskan, sampai saat ini masih belum diberlakukan PTM bagi sekolah-sekolah di bawah naungan Disdikbud Kabupaten Jombang.

“Jadi kita lihat perkembangan selanjutnya. Jadi ada surat edaran yang saya sampaikan ke satuan pendidikan bahwa pelaksanaan pembelajaran tatap muka ditunda. Sampai waktu yang tidak bisa ditentukan,” kata Agus Purnomo.(rif)

Tags: