Bupati Mundjidah Wahab Tinjau Jembatan Brodot Jombang Hampir Putus

Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab saat meninjau Jembatan Brodot, Rabu sore (10/02).

Jombang, Bhirawa
Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab meninjau jembatan di Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang yang kondisinya saat ini mengalami kerusakan dan hampir putus akibat diterjang debit air yang besar dari sungai yang ada di bawahnya.

Dengan kondisi seperti itu, jembatan tersebut saat ini tidak bisa dilewati dan di kedua ujungnya dipasang plang bambu.

Bupati Jombang mengatakan, dirinya sudah melihat secara langsung jembatan yang hampir putus tersebut dan sudah tidak bisa dipergunakan.

“Ini sudah dimasukkan dalam perencanaan tahun 2021 masuk perencanaan. Pelaksanaan (pembangunannya) masuk tahun 2022,” ujar Bupati Mundjidah Wahab di lokasi, Rabu sore (10/02).

Bupati menyampaikan, untuk perbaikan jembatan ini terlebih dahulu harus melewati proses perencanaan, sehingga tidak bisa serta merta tahun ini dibangun.

“Karena ini jembatan besar dan pekerjaannya harus benar-benar ada perencanaan lebih dulu,” imbuh Bupati Jombang.

Untuk anggaran pembangunannya, Bupati Jombang menjelaskan, kurang lebih akan menghabiskan anggaran sebesar 3 Milyar Rupiah.

“Masuk perubahan anggaran, ini perencanaan dulu. Prosesnya seperti itu, karena jika dikerjakan tahun ini dengan anggaran kedaruratan, tidak cukup, karena jembatan ini panjang dan besar,” tandas Bupati.

Kondisi Jembatan di Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang yang hampir putus akibat derasnya arus air sungai yang ada dibawahnya, Rabu (10/02). [arif yulianto/bhirawa].

Sementara itu perangkat desa setempat bernama Wafir Wali (51) menuturkan, kondisi jembatan tersebut menjadi seperti itu tepatnya pada hari Sabtu malam (06/02) akibat dari arus sungai yang terlalu deras saat itu.

“Bawa material, ‘natap’ (membentur) tiang penyangga, sehingga menyebabkan satu tiang penyangga hilang,” tuturnya.

Dijelaskannya, jembatan tersebut merupakan jembatan penghubung antara Dusun Delik yang ada di utara sungai dengan Dusun Delik yang ada di selatan sungai.

Akibatnya, sambung dia, warga setempat pun harus memutar ke timur ke Desa Pucangsimo sekitar 1, 5 Kilometer untuk menyeberang.

“Kalau mau beraktifitas ke utara (sungai) Konto. Ini ditutup total karena sangat membahayakan, dikhawatirkan sewaktu-waktu jebol,” ucapnya.

Dia berharap agar pemerintah segera membantu untuk perbaikan jembatan tersebut agar bisa dilewati warga dengan normal kembali.

“Untuk aktifitas sehari-hari, juga ekonomi, juga kalau mau sembahyang Jumat ke sana,” pungkasnya.(rif)

Tags: