Bupati Pamekasan Terapkan Langkah Teknis Atasi Banjir

Kondisi banjir di Kabupaten Pamekasan, yang pernah ditinjau Gubernur Jatim, Khofifah Indarparawansa, didamping Kadinsos Prov. Jatim dan Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam.

Pamekasan, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan akan melakukan beberapa langka teknis untuk mengatasi banjir yang kerap terjadi disejumlah titik perkotaan selama musim penghujan. Banjir terbesar sempat dikunjungi Gubernur Jawa Timur, merendam Tiga Desa dan Lima Kelurahan.

Pemungkiman penduduk, perkantoran, sekolah dan lahan sawah tergenang banjir, waktu itu di wilayah Kecamatan Pamekasan, terdiri Desa Laden, Desa Jalmak, dan Desa Lemper. Sementara lima kelurahan yang terdampak banjir; Kelurahan Gladak Anyar, Kelurahan Jungcangcang, Kelurahan Parteker, Kelurahan Patemon dan Kelurahan Barurambat Kota.

Dari itu, Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, di acara jawaban eksekutif atas Pemandangan Umum Fraksi dalam LKPJ TA 2020, pada Tahun 2021 akan melakukan langkah-langkah teknis penanganan banjir .

Pertama membersihkan sungai dari sampah khususnya di jembatan-jembatan yang memiliki kaki di badan sungai; Kedua memperbaiki pintu dam, ketiga melakukan pemeriksaan secara berkala pompa air sebagai pengendali banjir.

Kemudian akan menormalisasi hilir aliran kali Semajid dan menormalisasi saluran pembuangan serta alur sungai yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten akan dapat mengatasi banjir. Dan pengentasan banjir juga bisa dilakukan dengan rehabilitasi pengaman tebing sungai dan pembangunan tangkis laut.

Ra Baddrut, panggilan akrab Bupati Pamekasan menegaskan, Tahun ini (2021, Red) pihaknya sudah menyusun rencana aksi penanganan banjir sebagai upaya mengantisipasi terjadinya bencana banjir serta meminimalisir terhadap dampak yang ditimbulkannya.

Adapun rencana aksi tersebut meliputi; Pertama berkoordinasi dengan instansi terkait dalam penanganan banjir mulai dari hulu, tengah dan hilir; Kedua melakukan MoU dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim dalam rangka menormalisasi sungai-sungai yang menjadi kewenangan pemprov yang salah satunya adalah Kali Semajid.

“Yang ketiga melakukan kerja bakti secara rutin yang difokuskan pada lokasi-lokasi jembatan, keempat melakukan normalisasi sungai yang menjadi kewenangan pemkab dan sosialisasi hambatan untuk menumbuhkembangkan kesadaran kepada masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah ke saluran air,” Ungkapnya. [din]

Tags: