Bupati Pamekasan Terima Naskah Akademik Pemekaran Kabupaten Pamekasan

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam (kempat dari kiri) saat menerima naskah akademik dari perwakilan Rektor Madura di aula Peringgitan Dalam Ronggosukowati Pamekasan.

Pamekasan, Bhirawa
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam menerima naskah akademik perihal pemekaran Kabupaten Pamekasan menjadi kota dan kabupaten dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura dan Universitas Madura (UNIRA).

Naskah itu secara bersana diserahkan Rektor IAIN Madura, Dr. Mohammad Kosim kepada Bupati Baddrut Tamam dan Rektor UNIRA, Dr. Rizqina kepada Ketua DPRD Pamekasan, Fathorrahman, di aula Peringgitan Dalam Ronggosukowati Pamekasan, Rabu (17/2).

Naskah akademik pemekaran Kabupaten Pamekasan sebagai persiapan dalam pembentukan Provinsi Madura. Yakni, Kecamatan Larangan, Galis, Pademawu, Tlanakan dan kecamatan Pamekasan, menjadi satu diusulkan sebagai Kotamadya.

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam mengatakan, hasil naskah akademik perihal Pemekaran Wilayah Pamekasan menjadi Kota dan Kabupaten Pamekasan dari beberapa Rektor Universitas di Madura yang dimotori oleh IAIN dan UNIRA, akan kita dikaji ulang.

“Mengkaji semua kemungkinan, bukan hal mudah. Pemikiran itu akan ditelaah lebih lanjut bersama Forkopimda dan DPRD Pamekasan. Baru setelah, akan kita didiskusikan dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat,” jelasnya.

Namun demikian, Bupati mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas hasil kajian rencana pemekaran wilayah di Pamekasan, direkomendasi menjadi Kota dan Kabupaten.

Madura persiapan menuju Provinsi, kata Baddrut Tamam, masyarakat Madura perlu memiliki semangat yang utuh dalam sudut pandang geografis, etos dan kebudayaan.

Kata dia, makna semangat yang utuh ini memiliki arti bahwa entitas kebudayaan Madura tidak dimiliki daerah lain. Semoga etos ini bisa dijaga untuk mejadi sprit dan inspirasi kerja lebih baik lagi.

“Khusus kota, administrasi kenegaraan maka akan didiskusikan ke Pemerintah pusat. Tidak langsung hasil kajian, Tidak. Perlu proses lanjutan.

Ditambahkan, biasanya berdirinya Kota, melalui proses Kota Administratif, dulu. Seperti Kota butuh 10 tahun, menjadi Kota Definitif kemudian menjadi Kota.

Penyerahan naskah akademik disaksikan perwakilan Rektor Universitas se-Madura, Ketua Panitia Nasional Pembentukan Provinsi Madura, Ahmad Zaini, tokoh masyarakat Pamekasan dan sejumlah perwakilan ulama Madura.

Sementara, Rektor IAIN Madura, Mohammad Kosim mengatakan, rencana pemekaran wilayah di kabupaten Pamekasan memenuhi syarat dasar diatur di UU No. 23 Tahun 2014.

Selanjutnya, pemekaran itu tujuannya untuk kecepatan Layanan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Dengan pemekaran ini, perhatian menjadi lebih dan dalam mengontrol,” ujarnya.

Menurut Kosim, pemekaran menjadi 5 Kabupaten dan Kota menuju Provinsi Madura. Untuk ke 5 (lima) Kecamatan dipilih berdasar indikator kesamaan ekonomi, pendidikan, sosial dan budaya masyarakatnya. [din]

Tags: