Bupati Pamekasan Unduh Mantu, Nikah Gratis 141 Pasutri

Bupati Pamekasan, RA Baddrut Tamam, menyerahkan Buku Nikah kepada pasutri usai dilangsungkan nikah massal gratis secara secara simbolis. [syamsudin lubis/bhirawa]

Pamekasan, Bhirawa
Upacara bertajuk “Bupati Unduh Mantu”. Di mana Bupati Pamekasan sebagai wali perempuan dan Wakil Ketua DPRD Pamekasan sebagai wali laki-laki, melangsungkan pernikahan massal gratis terhadap 141 pasangan suami istri (Pasutri).
Acara saklar dan hikmah isbat nikah massal gratis diselengarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab), di pandhapa Agung Ronggosukowati, Senin (2/12).
Di awali parade 141 pasutri dari depan kantor Kamenag Pamekasan. Lalu prosesi dan penyerahan buku nikah oleh Bupati Pamekasan, RA. Badrut Tamam.
Isbat nikah para pasutri adalah pasangan yang belum memiliki surat nikah meski usia pernikahannya sudah berjalan lama sehingga untuk bisa mendapatkan akta nikah tanpa harus mengeluarkan biaya.
Kabag Kesra Setda Kabupaten Pamekasan, Akhmad Zaini dalam laporannya, pelaksanaan isbat nikah untuk tahun ini lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya yang mencapai hingga 250 pasangan lebih.
“Semoga saja Tahun depan pesertanya semakin sedikit dan semakin sedikit sehingga dikemudian hari tidak ada pasangan suami istri yang tidak mempunyai kartu nikah,” harapnya.
Dijelaskan, pasangan tertua dan termuda yang mengikuti isbat nikah kali ini dari Kecamatan Pegantenan. Pasangan tertua berusia 55 tahun atas nama Karban, kemudian yang termuda berusia 32 tahun atas nama Nasrukin Bin Basraton.
Sedangkan, sebanyak 141 pasutri yang mengikuti isbat nikah, 6 pasangan dari Kecamatan Pamekasan, 8 pasangan dari Kecamatan Tlanakan, 5 pasangan dari Larangan, Kadur 20 pasangan, Palengaan 15, Pegantenan 15, Proppp 30, Waru 10, Pasean 10, Batumarmar 10 dan untuk Kecamatan Pakong, Pademawu dan Galis masing-masing 4 pasangan.
Sedangkan perkawinan sah berdasarkan peraturan perundang-undangan wajib dilaporkan oleh penduduk kepada instansi pelaksana ditempat terjadinya perkawinan paling lambat 60 hari sejak tanggal perkawinan.
“Isbat nikah ini sesungguhnya merupakan bagian dari ketidak tertibkan dari masyarakat kita, mestinya tidak perlu adanya isbat nikah karena pada saat pelaksanaan nikah atau perkawinan pada masanya atau 60 hari setelah itu sudah mendapatkan akta nikah. Ini proses penertiban di kabupaten Pamekasan kita tetap melaksanakan,” Katanya.
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam mengatakan, dalam praktek kehidupan masyarakat, kita masih sering menjumpai beberapa masyarakat yang belum memiliki kesadaran akan pentingnya legalisasi dalam pernikahan.
Legalisasi menurut orang nomor satu di Pamekasan itu sangat penting sebagai wujud dari pengakuan negara kepada kita bahwa kita sudah menjadi keluarga yang utuh.
“Saya yakin dalam hukum agama pernikahan kalian semua sudah sah semuanya, putra-putrinya halal tetapi akan semakin lengkap, semakin baik jikalau ada surat nikah dan akte nikah untuk kemudian bisa diakui oleh negara sehingga akan mempermudah kita semua dalam mengurus administrasi mulai dari kependudukan dan surat-surat yang lain,” Jelasnya
Baddrut Tamam, mantan anggota DPRD Jatim berharap, kegiatan ini dapat menjadi inspirasi kita semua untuk terus melakukan inovasi di beberapa kegiatan-kegiatan di lingkungan Pemkab Pamekasan.
Acara Isbat nikah massal dihadiri jajaran Forkopimda, Pimpinan DPRD, Kepala OPD, Camat, Kementerian Agama dan Pengadilan Agama Pamekasan.n [din.adv]

Tags: