Bupati Probolinggo Canangkan Vaksin Covid-19 Tokoh Publik

Bupati Tantri (tengah) canangkan vaksinasi tokoh publik. [wiwit aggus pribadi/bhirawa].

Kasus Aktif Covid-19 Capai 74 Kasus
Pemkab Probolinggo, Bhirawa
Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE secara resmi mencanangkan vaksin Covid-19 bagi tokoh publik di Kabupaten Probolinggo, di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa Kabupaten Probolinggo. Vaksin Sinovac Covid-19 telah dinyatakan aman dan halal.

Pemberian vaksin ini bertujuan untuk mengurangi transmisi/penularan Covid-19, memberikan kekebalan dalam tubuh agar masyarakat tidak terpapar virus Covid-19 dan melindungi masyarakat dari bahaya virus Covid-19. Dengan adanya vaksinasi ini nantinya masyarakat agar tetap produktif secara sosial maupun secara ekonomi.

Sejumlah 13 orang tokoh publik yang berkesempatan divaksin Sinovac pada momentum pencanangan vaksin Covid-19. Diantaranya, Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Andi Suryanto Wibowo, Rais Syuriyah PCNU Kota Kraksaan KH. Wasik Hanan, Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton KH. Abdul Hamid Wahid, Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Muhammad Haris dan Wakapolres Probolinggo Kompol Agung Setyono.

Selanjutnya, Pasi Ops Kodim 0820 Probolinggo Kapten Inf. Muhammad Yusuf, Tokoh Pemuda H. Zulmi Noor Hasani, Pengusaha Habib Salim Qurays, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo, KH. Fadlol dari PD Muhammadiyah, Habiburrahman dari PCNU Kota Kraksaan, Muhammad Hasan dari PCNU Kabupaten Probolinggo dan Ketua Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj. Nurayati.

Sebelum divaksinasi, 13 tokoh publik dengan ketentuan usia dibawah 60 tahun ini mengikuti proses yang telah ditentukan yaitu proses registrasi verifikasi sasaran data sasaran vaksinasi yang diperoleh dari sistem informasi satu data vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI di meja 1. Selanjutnya di meja 2 dilakukan skrining dengan anamesa, pemeriksaan fisik dan mengidentifikasi penyakit penyerta/komorbid.

Untuk di meja 3 adalah pelaksanaan prosesi vaksinasi oleh tenaga kesehatan terlatih/vaksinator yang telah mendapatkan pelatihan. Setiap peserta memperoleh dosis vaksin Sinovac 0,5 ml untuk penyuntikan pertama dan proses penyuntikan kedua akan dilakukan dengan interval minimal 14 hari dengan ukuran dosis yang sama.

Bupati Probolinggo P. Tantriana Sari, Senin (22/2) menjelaskan vaksin Sinovac Covid-19 didistribusikan kepada tokoh publik dan telah dinyatakan aman dan halal. Tentunya ini sebuah kenyataan sehingga dapat menambah kepercayaan publik.

Pemerintah Kabupaten Probolinggo terus berupaya secara berkelanjutan pemberian vaksinasi kepada masyarakat agar supaya masyarakat dijauhkan dari bahaya virus Covid-19.

“Sebagaimana vaksin Sinovac Covid-19 yang pernah dilakukan kepada tenaga kesehatan, para tenaga kesehatan di Kabupaten Probolinggo yang sudah divaksinasi tidak menimbulkan reaksi yang mengkhawatirkan. Gejala-gejala ringan vaksin Covid-19 adalah mengantuk atau mudah lapar,” ungkapnya.

Menurut Bupati Tantri, kegiatan pencanangan vaksin Covid-19 kepada tokoh publik ini dilakukan sebagai salah satu edukasi bagi masyarakat, sehingga masyarakat nantinya tambah yakin untuk divaksinasi.

“Sekaligus mensosialisasikan tentang vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat sangatlah penting. Dimana tujuan dilakukannya vaksinasi untuk mengantisipasi adanya penularan virus Covid-19, khususnya di Kabupaten Probolinggo dan tidak menimbulkan bahaya-bahaya lain bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Andi Suryanto Wibowo menyatakan vaksin ini tidak berbahaya dan tidak memberikan dampak negatif.

“Benar yang dikatakan oleh pemerintah bahwasannya vaksin Covid-19 ini sangat aman dan tidak menimbulkan gejala-gejala lain. Harapan kepada masyarakat, janganlah takut untuk divaksinasi dan vaksin ini aman dan halal,” pesannya.

Saat ini di Kabupaten Probolinggo orang terkonfirmasi positif Corona Virus Disease (Covid-19) sebanyak 3.023 kasus dengan keterangan 74 kasus aktif yang masih dirawat dan menjalani isolasi, 2.771 kasus sembuh dan 178 kasus meninggal dunia.

Juru Bicara Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica mengatakan total kasus Covid-19 di Kabupaten Probolinggo berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo hingga 21 Februari 2021 kembali bertambah sebanyak 15 kasus sehingga totalnya secara kumulatif sudah mencapai 3.023 kasus.

“Penyumbang kasus harian tertinggi berada di Kecamatan Pajarakan dan Paiton masing-masing sebanyak 3 kasus sehingga total kasus secara kumulatif di Kecamatan Pajarakan mencapai 202 kasus dan Kecamatan Paiton mencapai 281 kasus,” katanya.

Penambahan kasus harian tertinggi kedua disumbangkan oleh Kecamatan Dringu sebanyak 2 kasus serta kasus harian selanjutnya disumbangkan oleh Kecamatan Pakuniran, Kraksaan, Gading, Tiris, Tegalsiwalan, Wonomerto dan Gending masing-masing sebanyak 1 kasus.

Dengan demikian, total kasus secara kumulatif di Kecamatan Dringu mencapai 379 kasus, Kecamatan Pakuniran mencapai 95 kasus, Kecamatan Kraksaan mencapai 463 kasus, Kecamatan Gading mencapai 77 kasus, Kecamatan Tiris mencapai 30 kasus, Kecamatan Tegalsiwalan mencapai 45 kasus, Kecamatan Wonomerto mencapai 59 kasus dan Kecamatan Gending mencapai 187 kasus.

“Dari sisi kesembuhannya, hari ini ada tambahan sebanyak 9 kasus sehingga total secara kumulatif untuk angka kesembuhan di Kabupaten Probolinggo mencapai 2.771 kasus dari total 3.023 kasus,” jelasnya.

Penyumbang kesembuhan harian terbanyak berada di Kecamatan Pajarakan sebanyak 2 kasus sehingga total kesembuhan secara kumulatif di Kecamatan Pajarakan mencapai 190 kasus dari total 202 kasus. Penambahan kesembuhan harian selanjutnya disumbangkan oleh Kecamatan Lumbang, Tegalsiwalan, Paiton, Gending, Krucil, Kraksaan dan Pakuniran masing-masing sebanyak 1 kasus.

Dengan demikian total kesembuhan di Kecamatan Lumbang mencapai 20 kasus dari total 20 kasus, Kecamatan Tegalsiwalan mencapai 37 kasus dari total 45 kasus, Kecamatan Paiton mencapai 259 kasus dari total 281 kasus, Kecamatan Gending mencapai 170 kasus dari total 187 kasus, Kecamatan Krucil mencapai 19 kasus dari total 25 kasus, Kecamatan Kraksaan mencapai 446 kasus dari total 463 kasus dan Kecamatan Pakuniran mencapai 79 kasus dari total 95 kasus, tambahnya. [wap]

Tags: