Bupati Sambari Berharap Penggantinya Bisa Lanjutkan Pondasi yang Telah Dibangun

Bupati Gresik saat upacara HUT Pemkab dan Hari Jadi Kota Gresik. [kerin ikanto/bhirawa]

Gresik,Bhirawa
Saat memimpin upacara memperingati HUT ke 46 Pemerintah Kabupaten Gresik dan Hari Jadi Kota Gresik yang ke 533,  Bupati Gresik,  Sambari Halim Radianto menyatakan bahwa  upacara HUT kali ini  merupakan yang terakhir. Sebab, pada Februari 2021,  Bupati Sambari harus meninggalkan kursi jabatannya  sebagai Bupati Gresik.
Sambari berharap, Bupati Gresik  akan datang bisa melanjutkan pondasi-pondasi yang telah dibangun.”Saya berterima kasih kepada semua pihak. Khususnya kepada seluruh anggota Forkopimda Gresik, Kepala OPD Pemkab Gresik dan seluruh masyarakat Gresik yang telah mendukung dan membantu. Sehingga selama sepuluh tahun saya memimpin, pembangunan di Kabupaten Gresik bisa terlaksana dengan baik,”kata Sambari.
Pernyataan ini disampaikan Sambari saat memberi sambutan pada upacara HUT Pemkab Gresik ke 46 dan Hari Jadi Kota Gresik ke 533    yang berangsung di Halaman Kantor Bupati Gresik Kamis, (27/2).
Upacara peringatan HUT Pemkab Gresik kali ini terasa spesial. Selain dihadiri para anggota Forkopimda dan pejabat Pemkab Gresik,  tampak hadir mantan Bupati Gresik,  KH Robbach Ma’sum. Selain itu,  para isteri mantan bupati juga hadir. Mereka adalah Ibu Amiseno dan Ibu Johansyah. Mantan Sekda Gresik,  Joko Sustiohadi juga hadir. Sementara ada juga para ibu mantan Sekda,  yaitu ibu Gunawan dan ibu Mahmud Zein.
Terkait persiapan pemilihan Bupati yang akan datang, Sambari menyatakan bahwa dirinya tidak akan mengambil cuti untuk kampanye. Dia bahkan meminta kepada seluruh ASN untuk bersikap netral dalam aksi maupun ucapan.
“Batin boleh memilih, karena kita memang punya pilihan politik. Saya berharap bupati yang terpilih nanti tidak membedakan antara kawan atau lawan. Ajaklah dia bersatu padu untuk membangun” tandasnya.
Beberapa pembangunan yang telah dicapai selama kepemimpinan dua periode Sambari-Qosim juga disampaikan saat sambutan.
“Selama sepuluh tahun kami telah membangun beberapa fasilitas public untuk masyarakat, yang tersebar dari wilayah Gresik Utara sampai ke Selatan” katanya.
Dia menyebutkan beberapa yang berhasil dibangun, yaitu gedung pemuda Kromowijoyo di Sidayu, Bendung gerak Sembayat (BGS), Jembatan kembar Sembayat, JIIPE, Jembatan jalan Tol yang rencana awal hanya Krian-Legundi-Bunder (KLB) diperpanjang nantinya menjadi Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM). Alun-Alun Gresik, Gelora Joko Samudro, RS Ibnu Sina, WEP I dan II, Pudak Gallery dan 11 bulan kedepan akan dibangun underpas Randuagung.
“Di Bawean, Kami juga membangun Lapangan terbang, Jembatan Apung Pulau Gili, Listrik 24 jam tanpa padam, Rumah Sakit type D dan dokter spesialis.” tandas Sambari. [adv/eri]

Tags: