Bupati Sambut Baik Banyuwangi International Run

BanyuwangiRunJakarta, Bhirawa.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyambut baik penyelenggaraan lomba lari “Banyuwangi International Run 2015” yang menurutnya akan memberikan berbagai efek positif bagi masyarakat daerahnya.
“Saya tidak memikirkan pada ‘direct impact’ misalnya langsung ke pemasukan daerah, tapi lebih ke ‘indirect impact’ misalnya dari sisi promosi dan rakyat juga mendapat semangat dengan adanya tamu-tamu baru,” ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Rabu.
Meskipun tidak bisa memprediksi seberapa besar pengaruh ajang lari internasional itu bagi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Anas mengaku yakin bahwa penyelenggaraan berbagai event internasional yang sudah sejak empat tahun terakhir gencar dilakukan di Banyuwangi, mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
“Pendapatan per kapita naik 96 persen dari Rp17,2 juta per orang per tahun, sekarang sudah Rp33,7 juta per orang per tahun,” tuturnya.
Acara “Banyuwangi International Run” yang diselenggarakan pada 17 Oktober 2015 dan ditargetkan mampu menarik 1.000 pelari dari dalam dan luar negeri itu, kata dia, merupakan pelengkap dari event-event olahraga yang sudah terlebih dulu diadakan di Kabupaten Banyuwangi.
Di antaranya ajang balap sepeda “International Tour de Banyuwangi Ijen”, kemudian acara “Kite Surfing” yang digelar di Pulau Tabuhan dan diikuti 40 negara, serta “Banyuwangi International Surfing Competition” yang diikuti peserta dari 16 negara.
Dalam menyelenggarakan berbagai kompetisi olahraga internasional itu, Pemda Banyuwangi lebih menawarkan konsep dipadukan dengan potensi alam dan wisata yang dimiliki Banyuwangi.
“Kami bikin event internasional tidak perlu sepak bola karena kalau membuat pertandingan sepak bola internasional kami butuh Rp300 miliar untuk bangun stadion. Saya selalu berusaha mengedepankan alam seperti sepeda alam internasional, surfing internasional, yang kesemuanya menggunakan potensi alam,” tutur Anas yang kembali mencalonkan diri dalam Pilkada serentak, 9 Desember mendatang.
Pemda Banyuwangi juga telah melakukan koordinasi dan berbagai persiapan termasuk di antaranya menyiapkan penginapan bagi para peserta “Banyuwangi International Run 2015”.
“Selain satu hotel bintang empat yang menjadi sponsor, kami juga punya dua `dormitory tourism’ dan satu hotel atlet yang baru selesai dibangun,” kata Anas.
Sementara itu, ditemui dalam konferensi pers pada Selasa (29/9), Ketua Perlombaan “Banyuwangi International Run 2015” Pandu Buntaran mengatakan bahwa alasan pemilihan Banyuwangi sebagai lokasi ajang lari yang mempertandingkan nomor 5 kilometer dan 10 kilometer itu karena daerah yang dijuluki sebagai “The Sunrise of Java” tersebut cocok dengan konsep “sport tourism”| yang diusungnya.
“Banyuwangi juga sangat nyaman bagi para pelari karena ruas-ruas jalannya lebar,” ujarnya.
Selain mendapat tawaran total hadiah sebesar Rp100 juta rupiah, kata Pandu, para peserta juga akan berkesempatan menyaksikan “Banyuwangi Ethno Carnival 2015” yang rencananya akan dibuka oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya. [mb12.ant]

Tags: