Bupati Sidoarjo: Denda Rp 150 Ribu bagi Warga Tak Bermasker

Wakil Bupati Nur Ahmad Syaifuddin saat memberikan kerangan pers, kemarin. [achmad suprayogi/bhirawa]

Sidoarjo, Bhirawa
Simpang-siurnya informasi tentang denda Rp 150 ribu bagi warga yang melanggar Peraturan Bupati Sidoarjo Nomer 44 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Masa Transisi New Normal, diketahui tidak memakai masker saat keluar rumah telah dijawab tegas oleh Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin.

Menurutnya, Perbup tersebut bertingkat mulai tahap awal, jadi tidak langsung pada denda yang paling keras Rp 150 ribu itu. Ada peringatan, atau ada sangsi ringan, seperti mereka harus melakukan kegiatan sosial, membersihkan mushola atau menyapu makam hingga ikut memakamkan jenazah yang meninggal akibat terpapar Covid-19. “Yang jelas Perbup ada denda seperti itu, yakni besaranya Rp 150 ribu,” tegas Nur Ahmad Syaifuddin, Rabu (24/6) di Pendopo Kabupaten Sidoarjo kemarin.

Jadi, mungkin saja tidak harus dengan, yaitu sanksi-sanksi social. Termasuk juga dengan dunia usaha, bisnis, bila melanggar bisa diingatkan terlebih dahulu secara tertulis, jiga masih melanggar bisa saja ditutup. “Jadi tidak ada masalah sebenarnya, yang jelas Perbupnya berbunyi ada denda yang paling keras adalah Rp 150 ribu,” tegas Cak Nur_sapaan akrabnya.

Terpisah, Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Sumardji, bersama Satpol PP bakal gencar menggelar razia. Warga yang ketahuan melanggar bakal langsung ditindak atau dikenakan sanksi. “Upaya ini untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat. Sosialisasi sudah terus dilakukan. Dan sekarang, yang melanggar akan dikenai sanksi berupa denda 150 ribu jika ketahuan tidak pakai masker saat keluar rumah,” tegas Sumardji.

Lanjutnya, razia terkait penerapan protokol kesehatan sebagaimana diatur dalam Perbup Sidoarjo nomer 44 tahun 2020 rentang pelaksanaan masa transisi new normal bakal semakin gencar dilakukan.

Warga yang terjaring razia didata. Petugas menyita KTP. Kartu identitas tersebut diamankan sementara. Kemudian, pelanggar mendapatkan hukuman berupa denda Rp 150 ribu. “Makanya kami terus mengimbau agar masyarakat selalu disiplin. Menjalankan protokol kesehatan untuk bersama-sama memutus mata rantai korona,” ujar Sumardji.[ach]

Tags: