Bupati Situbondo Bagi Ribuan Paket Sembako, FKB Pertanyakan Asal Sumber Dana

Bupati Situbondo Karna Suswandi saat menyerahkan bansos sembako di salah satu desa di Kota Santri baru barubini.

Situbondo, Bhirawa
Sejak awal ramadan 2021, Bupati Situbondo Karna Suswandi bersama Wakil Bupati Khoirani menyerahkan bantuan paket sembako bagi warga Kota Santri Situbondo.

Kuat dugaan pemberian bantuan semabko tersebut kental pencitraan yang dilakukan Bupati Situbondo Karna Suswandi dan Wakil Bupati Khoirani.

Ini yang disoroti Fraksi PKB DPRD Situbondo melalui Ketuanya, Tolak Atin, kemarin. Dalam pandangan Tolak Atin, kegiatan bagi-bagi sembako patut dipertanyakan sumber anggarannya.

Selain paket sembako berjumlah ribuan, pihaknya sebagai anggota Dewan, tidak mengetahui melekat di sektor mana penganggaran tersebut.

Namun dia tidak mempersoalkan kegiatan bagi-bagi sembako, karena selain positif, momennya bertepatan dengan bulan suci ramadan.

“Kegiatannya itu bagus. Namun yang saya pertanyakan sumber anggarannya darimana,” ungkap Tolak Atin. Disamping itu, Tolak Atin juga mempertanyakan warga sebagai penerima dan sasaran juga tidak jelas.

Pria asli Kecamatan Kapongan itu menambahkan, sejak awal digelar pembagian ribuan paket sembako merasa kaget karena ada kabar kegiatan sosial itu dibiayai dari dana APBD yang melekat pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Situbondo.

“Di DPRD itu tidak pernah tahu dan menyetujui anggaran tersebut. Selain itu ditemukan banyak mendapat keluhan dari sejumlah Kades, karena mereka tidak pernah dilibatkan sebagai implementasi program di tingkat desa,” imbuh Tolak Atin.

Tolak Atin pernah mempertanyakan anggaran sembako itu ke pihak Dinsos yang diketahui memfasilitasi kegiatan hingga ketingkat bawah. Namun, Kepada dirinya Kepala Dinsos Samsuri mengaku kegiatan tersebut bukan berasal dari anggaran APBD Pemkab Situbondo melainkan berasal dari dana pribadi Bupati dan Wakil Bupati.

“Ya Kepala Dinsos mengatakan kepada saya, sumber dana kegiatan itu murni berasal dari dana pribadi Bupati dan Wabup. Ketika saya tanya lebih jauh, Kadinsos mengaku tidak tahu,” terang Tolak

Atin seraya meminta Bupati dan Wabup transparan menyampaikan kepada masyarakat terkait kegiatan pembagian sembako tersebut.

Terpisah Plt Kepala Dinsos Situbondo, Samsuri ketika dikonfirmasi mengakui bahwa kegiatan pembagian ribuan paket sembako pada bulan suci ramadan dananya bersumber dari zakat mal pribadi Bupati Karna-Wabup Khoirani. Artinya, aku Samsuri, bukan berasal dari dana APBD atau sumber keuangan daerah yang lain.

“Soal berapa besaran nominalnya, saya tidak tahu. Sedangkan penerima berasal dari para kaum duafa dan masyarakat Situbondo. Tempat acara pembagian sembako juga sesuai kehendak Bupati Karna,” pungkas Samsuri. [awi]

Tags: