Bupati Situbondo Bakal Tindak Pengusaha Hotel Salahi Perizinan

Bupati Situbondo-Dadang Wigiarto SH

Pemkab Situbondo, Bhirawa
Akhir akhir ini angka pertumbuhan hunian hotel di wilayah Situbondo barat mengalami peningkatan. Namun demikian, kondisi itu perlu ditinjau kembali mengingat ada sebagian hotel yang diduga menyalahi peruntukan dan perijinannya.
Untuk itu, Bupati Situbondo Dadang Wigiarto berjanji akan segera memberikan tindakan tegas bagi pengusaha hotel yang terbukti menyediakan hiburan malam karena tidak sesuai dengan ijinnya.
Informasi Bhirawa menyebutkan, sejumlah hotel yang ada di wilayah Situbondo barat kerapkali menjadi sorotan beberapa fraksi di DPRD Situbondo.
Kuat dugaan disana ada beberapa hotel yang kedapatan menyalahi perijinan serta peruntukan hotel tersebut. Bahkan ditengarai juga menyediakan tempat hiburan malam dan sejenisnya. Untuk itu, kalangan wakil rakyat segera meminta Bupati Situbondo Dadang Wigiarto melakukan tindakan tegas atas persoalan tersebut.
Hingga kini juga tercatat ada enam hotel yang mendapat ijin di kawasan Kecamatan Banyuglugur Kabupaten Situbondo. Diantaranya Hotel Utama Raya, Bintang, Petani Hill, Marisa, Nirwana dan Ashika.
Sesuai dengan ketentuan Perda Nomor 4 Tahun 2011 tentang pajak daerah, disebutkan bahwa fasilitas hiburan di setiap hotel merupakan kelengkapan penunjang dan menjadi bagian strategi manajemen untuk menarik konsumen serta pengunjung.
Disisi lain Bupati Dadang ketika dikonfirmasi mengungkapkan, ada beberapa kelengkapan hiburan di setiap hotel seperti fasilitas olahraga, hiburan serta ruang kegiatan atau pertemuan.
Oleh karena itu, terang Bupati Dadang, jika ada hotel menyediakan hiburan malam, dirinya tidak akan segan untuk memberikan tindakan tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kami akan memberi tindakan tegas,” janji bupati dua periode itu. Masih kata Bupati Dadang, untuk pendapatan pajak hotel tahun 2019 ini tercatat mengalami peningkatan jika dibandingan dengan tahun 2018 lalu. Misalnya saja, sebut dia, pada tahun 2018 pendapatan pajak hotel sebesar Rp551,123 juta dengan rata-rata pajak perbulan Rp45 juta lebih.
“Memasuki bulan Oktober tahun 2019 ini, pajak hotel di Situbondo sudah mencapai Rp526,359 juta. Ini setara dengan realisasi pajak sebesar Rp58 juta/bulan,” kupas Bupati Dadang.
Sebaliknya, lanjut Bupati Dadang, untuk pajak restoran dan rumah makan pada tahun 2018 lalu mampu menyetor sebesar Rp176,939 juta dengan nilai rata-rata retribusi pajak sebesar Rp14 juta/bulan.
Sedangkan untuk tahun 2019 hingga memasuki bulan Oktober lalu, pendapatan pajak restoran dan rumah makan mencapai Rp188 juta rupiah.
“Kalau dirata-rata, untuk realisasai pajak sektor ini berkisar antara Rp20 jutaan/bulannya,” pungkas Bupati Dadang. [awi]

Tags: