Bupati Situbondo Serahkan Penghargaan Kompetisi Inovasi PP

Bupati Situbondo Dadang Wigiarto bersama jajaran Forkopimda saat menyerahkan penghargaan kepada enam OPD/UPT peraih juara kompetisi inovasi pelayanan publik Rabu (12/2). [sawawi/bhirawa]

Situbondo, Bhirawa
Setelah melakukan serangkaian penilaian terhadap presentasi hingga penilaian lapangan, akhirnya enam dari sembilan OPD/UPT yang mengikuti lomba kompetisi inovasi pelayanan public (PP), menerima penghargaan dari Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto, Rabu (12/2) kemarin. Seleksi kompetisi inovasi pelayanan publik ini diselenggarakan Bagian Organisasi Pemkab Situbondo yang rutin diadakan setiap tahun sekali.
Bupati Situbondo Dadang Wigiarto sangat mengapresiasi tuntasnya kegiatan seleksi kompetisi penilaian publik yang diadakan Bagian Organisasi Pemkab Situbondo. Kedepan, kata Bupati Dadang, semua OPD dituntut untuk mempertahankan prestasi Kabupaten Situbondo yang mampu meraih nilai A dari program SAKIP. “Saat ini kita berada dalam 10 besar Kota se-indonesia yang memperoleh nilai A dari program SAKIP. Kita terus berusaha untuk memperoleh nilai AA. Tentunya harus siap bersaing dengan daerah lain,” ujar Bupati Dadang.
Kasubag Tata Laksana dan Pelayanan Publik Bagian Organisasi Pemkab Situbondo, Sujiyanto, mengatakan, keenam OPD/UPT yang lolos akhir tersebut di antaranya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud), UPT Puskesmas Sumbermalang; Kecamatan Mangaran; UPT Puskesmas Wonorejo Kecamatan Banyuputih; UPT Puskesmas Arjasa dan UPT Puskesmas Klampokan Kecamatan Panji Situbondo.
“Tiga OPD/UPT yang tidak lolos yakni RSUD Situbondo, Dinas Pariwisata dan UPT Puskesmas Asembagus karena dimata tim juri kurang terasa manfaatnya saat program itu dipresentasikan,” tegas Sujiyanto yang diamini mantan Kasubag Tata Laksana dan Pelayanan Publik Bagian Organisasi Imas S Wicaksono.
Masih kata Sujiyanto, sebelumnya tim penilai melakukan agenda kunjungan ke lapangan terhadap enam OPD/UPT tersebut. Tujuan penilaian lapangan ini, kata Sujiyanto, untuk melihat sejauh mana antara proposal dengan presentasi ada keterkaitan yang erat. “Ini juga untuk mengetahui sesuai apa tidak dengan kondisi yang ada di lapangan. Termasuk juga ada kesesuaian tidak antara presentasi dengan tulisan yang ada di proposal,” tegas Sujiyanto.
Selain itu, lanjut Sujiyanto, jumlah awal peserta kompetisi inovasi pelayanan publik sebanyak 47 OPD/UPT yang tersebar di Kabupaten Situbondo. Dari jumlah tersebut, ungkap Imas, hanya berhasil lolos sebanyak 9 OPD/UPT dan terakhir diambil 6 OPD/UPT terbaik. Adapun tiga OPD/UPT yang tidak lolos, lanjutnya, karena yang dipaparkan kurang inovatif, minim manfaat dan manfaat yang didapatkan kurang terasa.
“Inovasi ini tidak akan pernah berhenti. Karena selain mengeluarkan inovasi baru, kami juga membuka lebar inovasi yang lalu untuk tetap berjalan dan berkembang. Target akhir dari program ini adalah bagaimana IKM (indeks kepuasan masyarakat) Situbondo bisa meningkat dengan baik,” pungkas Sujiyanto.[awi]

Tags: