Bupati Tantri Silaturahim Bersama Nakes dan Pasien Covid-19 Secara Virtual

Secara Virtual bupati Tantri sapa Nakes dan pasien Covid 19. [wiwit agus pribadi/bhirawa]

Probolinggo, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-56 dengan bersilaturahim bersama para tenaga kesehatan (nakes) dan pasien Covid-19 secara virtual (Telemedicine) di halaman Guest House Kota Kraksaan selepas kegiatan gowes dan senam pagi bersama, Minggu (15/11) pagi.

Kegiatan tersebut sekaligus sebagai uji coba program Telemedicine yang merupakan inovasi pelayanan terbaru rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di Kabupaten Probolinggo.

Pelayanan Telemedicine tersebut bertujuan untuk menghindari potensi paparan virus corona dari pasien dengan memanfaatkan jaringan komunikasi secara online.

Melalui layanan tersebut Bupati Probolinggo Hj P Tantriana Sari SE selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo didampingi Kepala Dinas Kesehatan dr Shodiq Tjahjono, Kepala Bakesbangpol Ugas Irwanto dan Ketua FKPS dr Mirrah Samiyah berkesempatan untuk menyapa langsung, sekaligus memberikan perhatian dan semangat kepada para nakes dan pasien di ruang isolasi khusus RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

“Tetap sabar dan semangat ya, semoga seluruh sanak famili diberikan kekuatan dan kesabaran dan semuanya bisa kembali sehat, bisa segera pulang berkumpul kembali bersama keluarga tercinta. InsyaAllah semua turut mendoakan, mohon masukannya dan disampaikan kepada saya manakala ada pelayanan yang kurang berkenan,” kata Bupati Tantri kepada salah satu pasien melalui video call.

Dalam kesempatan tersebut Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo ini juga memberikan support kepada para nakes yang bertugas di ruang isolasi (infeksi khusus Covid-19).

Ia menyampaikan perjuangan ini tidak hanya bagi nakes saja, Pemerintah Daerah Probolinggo dengan seluruh perangkatnya akan selalu siap mensupport perjuangan nakes melewati pandemi Covid-19 ini.

“Kepada para nakes jangan pernah berpikiran anda berjalan sendiri, turunkan tensi dan pressure yang selalu bergejolak di hati. InsyaAllah perjuangan ini adalah pembuka jariyah kita semua. Saya selaku Bupati selalu mencari siasat terbaik agar program kita mewujudkan masyarakat sehat lahir batin bisa terwujud,” tuturnya.

Sementara Hasan Zaini, mewakili seluruh nakes menyampaikan rasa syukur atas kesempatan bisa merawat pasien Covid-19, meskipun sebelumnya juga merasa was-was namun sebagai nakes dirinya harus selalu siap dengan segala resiko.

Zaini mengatakan dukungan dari seluruh masyarakat terus dan selalu dibutuhkan sebagai penyemangat mereka. Termasuk fasilitas yang diberikan oleh Pemkab Probolinggo dan keyamanan ruang perawatan bagi pasien yang dirawat juga sangat membantu dalam proses perawatan selama ini.

“Kepada para pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit dan rumah karantina tetap semangat dan yakinlah bisa sembuh. Bagi masyarakat yang tetap dalam kondisi sehat harus selalu jaga jarak dan sering mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, karena masyarakat adalah garda terdepan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tandasnya.

Saat ini di Kabupaten Probolinggo orang terkonfirmasi positif Corona Virus Disease (Covid-19) sebanyak 1.435 kasus dengan keterangan 61 kasus masih dirawat dan menjalani isolasi, 1.292 kasus sembuh dan 82 kasus meninggal dunia.

Ungkap Juru Bicara Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica mengatakan total kasus Covid-19 di Kabupaten Probolinggo berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo hingga 14 Nopember 2020 sudah mencapai 1.435 kasus. Per hari Sabtu (14/11) terdapat penambahan kasus baru sebanyak 7 kasus.

“Penyumbang penambahan kasus baru harian tertinggi berada di Kecamatan Dringu sebanyak 4 kasus. Dengan demikian total kasus secara kumulatif untuk Kecamatan Dringu mencapai 147 kasus,” katanya.

Kasus baru harian tertinggi kedua disumbangkan oleh Kecamatan Maron sebanyak 2 kasus sehingga total kasus secara kumulatif mencapai 97 kasus. Penambahan kasus baru harian selanjutnya disumbangkan oleh Kecamatan Paiton sebanyak 1 kasus. Dengan tambahan 1 kasus maka total kasus secara kumulatif mencapai 157 kasus.

“Dari sisi kesembuhan, hari ini ada tambahan 2 kasus kesembuhan dari Covid-19. Dengan demikian total secara kumulatif angka kesembuhan di Kabupaten Probolinggo mencapai 1.292 kasus dari total 1.435 kasus,” jelasnya.

Penyumbang kasus kesembuhan harian berada di Kecamatan Besuk dan Kraksaan masing-masing sebanyak 1 kasus sehingga total kesembuhan untuk Kecamatan Besuk sebanyak 58 kasus dari total 70 kasus dan Kecamatan Kraksaan sebanyak 185 kasus dari total 199 kasus.

“Sementara untuk kasus kematian per hari ini ada penambahan 2 kasus dan secara kumulatif jumlahnya mencapai 82 kasus. Penambahan 2 kasus kematian harian ini berada di Kecamatan Dringu dan Pajarakan sehingga total kasus kematian di Kecamatan Dringu sebanyak 12 kasus dan Kecamatan Pajarakan sebanyak 6 kasus. Hingga saat ini, jumlah kasus kematian tertinggi berada di Kecamatan Dringu sebanyak 12 kasus,” terangnya.

Untuk sebaran kasus Covid-19 terjadi di 24 kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Lima besar kecamatan dengan jumlah dirawat kasus konfirmasi tertinggi di Kabupaten Probolinggo diantaranya Kecamatan Kraksaan sebanyak 12 kasus, Kecamatan Paiton sebanyak 10 kasus, Kecamatan Dringu sebanyak 8 kasus, Kecamatan Sumberasih sebanyak 7 kasus dan Kecamatan Maron sebanyak 6 kasus.

“Kasus pasien yang masih menjalani perawatan dan isolasi tersebar di 14 kecamatan, sehingga ada 10 kecamatan yang sudah tidak ada kasus Covid-19 meliputi Kecamatan Tongas, Gading, Bantaran, Tegalsiwalan, Lumbang, Krucil, Sukapura, Tiris, Kuripan dan Sumber,” tegasnya.

“Sedangkan untuk jumlah kasus suspect di Kabupaten Probolinggo hingga hari ini sudah mencapai 25 kasus, kasus probable sebanyak 18 kasus dan kasus discarded sebanyak 273 kasus,” tambahnya. [wap]

Tags: