Bupati Tantri Support Pembangunan Jembatan Kaca di Kabupaten Probolinggo

Di lokasi ini, Kementerian PUPR berencana membangun jembatan kaca.[wiwit agus pribadi/bhirawa]

Jembatan Kaca Seruni Point Perlu Bebaskan Lahan 2.500 Meter Persegi
Pemkab Probolinggo, Bhirawa
Kawasan puncak Seruni Point Dusun Cemorolawang Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo terus dibenahi. Terbaru, rencana pembangunan jembatan lantai kaca oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) di kawasan tersebut. Rencana ini didukung Bupati Probolinggo.

Kawasan Bromo yang masuk kawasan strategis pembangunan nasional (KSPN) memantik keuntungan tersendiri dalam hal pembangunan. Beberapa waktu lalu, tim Bidang Jembatan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, turun langsung menemui Bupati Probolinggo. Guna memaparkan rencana pembangunan di kawasan Puncak Seruni Point tersebut ke Bupati Probolinggo.

“Rencana pembangunan jembatan lantai kaca di area Seruni Point Sukapura menjadi super prioritas. Jadi ini menjadi prioritas kami untuk menambah fasilitas di kawasan Gunung Bromo. Itu disampaikan Joko Purnomo, Perekayasa Madya Bidang Jembatan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR,” kata P Tantriana Sari, Bupati Probolinggo, Rabu (3/2).

Tantri menjelaskan, setelah jembatan kaca itu rampung, kawasan itu nantinya akan dijadikan sebagai terminal wisata dan atraksi. Yaitu bisa melihat ke samping dengan pemandangan gunung Bromo, gunung Batok dan gunung Semeru. “Wisatawan nantinya juga bisa melihat pemandangan ke arah bawah sedalam kurang lebih 80 meter yang berupa kawasan rimba,” terangnya.

Bupati menegaskan, siap mendukung dan mensuport rencana pembangunan jembatan lantai kaca tersebut. Mengingat, wisata Bromo menjadi rujukan wisata tidak hanya nasional tapi juga internasional.

“Banyak tantangan dalam pemenuhan dan penambahan atraksi. Sehingga masyarakat atau wisatawan yang berkunjung ke Bromo, tidak hanya melihat sunrise dan berkeliling-keliling saja dilautan pasir terus selesai dan pulang. Dengan dengan adanya jembatan lantai kaca ini akan lebih menarik dan harapannya dapat menambah destinasi baru di Bromo,” harapnya.

Rencana pembangunan jembatan kaca di puncak Seruni Point Sukapura, memang tak mudah. Selain anggaran, perlu ada lahan yang disiapkan untuk fasilitas penunjang wisata di Bromo tersebut.

Hanya saja Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Disperkim) Kabupaten Probolinggo, sudah merencanakan. Disperkim akan menyiapkan lahan seluas sekitar 2.500 meter persegi untuk pembangunan tersebut, ungkap bupati Tantri.

Kepala Disperkim Kabupaten Probolinggo, Prijono mengatakan, puncak Seruni Point di Dusun Cemorolawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, masuk kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) yang menjadi prioritas pembangunan dari pusat. Salah satu rencana pembangunan terbaru dari pusat, destinasi jembatan lantai kaca di kawasan Seruni Point.

“Insyaallah dapat dipastikan, pusat akan bangun destinasi jembatan lantai kaca di kawasan Seruni Point. Karena, pekan lalu tim dari Bidang Jembatan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR datang memaparkan itu ke bupati,” tuturnya.

Prijono mengungkapkan, untuk merealisasikan dibutuhkan lahan tambahan sekitar 2.500 meter persegi untuk titik ujung jembatan lantai kaca tersebut. Sedangkan ujung jembatan lantai kaca satunya, sudah ada di lahan yang rencana dibangun tempat parkir melalui APBN. Nah, awal tahun 2021 ini, pihaknya mulai siapkan rencana pembebasan lahan tersebut.

“Jadi, jembatan lantai kaca itu, nantinya dibangun dari lahan parkir baru yang akan dibangun tahun ini, ke arah bukit sebelah utara dengan panjang sekitar 160 meter,” ungkapnya.

Diketahui sebelumnya, Kabupaten Probolinggo terus dibenahi. Terbaru, rencana pembangunan jembatan lantai kaca oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) di kawasan tersebut, tandasnya.

Selain itu tempat parkir wisata puncak Seruni Point di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, dipastikan akan dibangun tahun ini. Kepastian itu diperoleh setelah tim dari Kementerian PUPR meninjau kesiapan lahan penunjang Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Lebih lanjut Prijono menjelaskan, tahun ini akan dibangun tempat parkir yang luas di Seruni Point. Lengkap dengan fasilitas ruang terbuka.

Menurutnya, Bromo masuk dalam KSPN yang ditunjang empat kabupaten. Yaitu, Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang. Dan tahun depan, Kementerian PUPR memutuskan untuk mengembangkan KSPN Bromo. Sebagai proyek pertamanya yaitu pembangunan tempat parkir di puncak Seruni Point.

“Melihat kesiapannya, akhirnya Kabupaten Probolinggo dipilih untuk pembangunan lahan parkir tahun 2021,” katanya.

Kesiapan Pemkab Probolinggo untuk pembangunan tempat parkir ini yaitu ketersediaan lahan seluas 1.500 meter persegi dan mengalokasikan anggaran sekitar Rp 4 miliar untuk proses pematangan lahan parkir tersebut. Sehingga, nantinya Kementerian PUPR tinggal membangun fisik lahan parkir dan fasilitasnya.

“Awal 2021 kami bisa langsung proses pematangan lahan parkirnya. Sehingga, kementerian bisa lebih cepat proses pembangunannya”. Berdasarkan konsep yang ada, di Seruni Point akan dibangun lahan parkir landscape. Tujuannya, wisatawan yang berusia lanjut tidak perlu naik ke puncak Seruni Point dengan 256 anak tangga. Cukup melihat dari lahan parkir, tambahnya.(Wap)

Tags: