Bupati Tantriana Sari Mutasi 38 Pejabat Eselon III dan IV Pemkab Probolinggo

Bupati Tantri mutasi 38 Pejabat Eselon III Dan IV.[wiwit agus pribadi/bhirawa]

Pemkab Probolinggo, Bhirawa
Sebanyak 38 orang Pejabat Administrator (Eselon III) dan Pejabat Pengawas (Eselon IV) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, Jum’at 19/6/2020 pagi dilantik dan diambil sumpahnya oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE di Pendopo Prasadja Ngesti Wibawa Kabupaten Probolinggo.

Pelantikan dan pengambilan sumpah ini dihadiri oleh Wakil Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko, Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Andi Suryanto Wibowo, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono, Inspektur Sigit Sumarsono, para Staf Ahli dan Asisten dan perwakilan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat.

Kegiatan yang dilaksanakan di tengah-tengah pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) ini menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dengan menerapkan physical distancing. Tempat duduk antar peserta berjarak kurang lebih 2 meter. Sebelum masuk area pendopo, para peserta mencuci tangan dengan hand sanitizer dan pengukuran suhu tubuh serta menggunakan masker.

Pejabat struktural yang dimutasi terdiri dari 15 orang Pejabat Administrator (Eselon III) dan 23 orang Pejabat Pengawas (Eselon IV) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.

Penandatanganan berita acara pengambilan sumpah dan pelantikan diwakili oleh Moh. Syarifuddin selaku Camat Leces disaksikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Tutug Edi Utomo dan Asisten Administrasi Umum Abdul Halim. Sementara Pakta Integritas secara simbolis diwakili oleh Nur Rachmad Sholeh selaku Sekretaris Kecamatan Krucil.

Serah terima jabatan diwakili oleh Heri Mulyadi kepada Hari Kriswanto sebagai Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan. Selanjutnya Heri Mulyadi akan menjabat sebagai Kabag Umum. Kemudian dilakukan pula penyematan tanda jabatan Camat oleh Bupati Tantri kepada Mudjito sebagai Camat Maron dan Siti Mu’alimah sebagai Camat Dringu.

Pejabat eselon III lain yang dilantik dan diambil sumpahnya adalah Saleh sebagai Sekretaris Dinas Perikanan, Moch. Natsir sebagai Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Suatmadi sebagai Sekretaris Dinas PUPR, Imam Syafi’i sebagai Camat Banyuanyar, Syamsul Arifin sebagai Kabid Penempatan Tenaga Kerja,

Ketransmigrasian dan Perluasan Kesempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja, Saiful Anwar sebagai Sekretaris Kecamatan Tongas, Fakhrurrozi sebagai Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan, Rina Damayanti sebagai Sekretaris Kecamatan Sumberasih dan Hudan Kurniawan sebagai Sekretaris Kecamatan Bantaran.

Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE menyampaikan wajib kiranya bagi semua para pejabat siapapun itu dan level manapun itu bagaimana hatinya harus tertambat pada kepentingan dan kesejahteraan rakyat Kabupaten Probolinggo.

“Sebuah pergeseran mutasi dan rotasi adalah tentu menjadi hal yang tumbuh di Pemerintah Daerah manapun. Dimana perubahan dan dinamika terus terjadi yang didalamnya diikuti pula oleh pergeseran dan dinamika. Tentu yang harus menjadi perhatian dan pegangan bagi semuanya hari ini tidak hanya yang dimutasi, prinsipnya adalah harus ada perbaikan dan harus ada peningkatan perbaikan,” katanya.

Menurut Bupati Tantri, jika pejabat sebelumnya telah melakukan tugas dan kewajibannya dengan baik, maka penerusnya dan penggantinya berkewajiban untuk mempertahankan dan menaikkan prestasi itu.

“Rugi kiranya masyarakat jika kemudian pergantian pejabat sama saja dengan pejabat yang sebelumnya. Prestasinya dan kinerjanya turun atau semakin buruk. Jika ini terjadi, berarti Bupati salah memilih orang yang ditetapkan pada jabatan tersebut,” jelasnya.

Bupati Tantri mengingatkan kepada semua dan tidak hanya yang dimutasi, wajib kiranya semuanya memetakan apa yang telah dilakukan oleh pejabat sebelumnya.

“Apa yang harus diperbaiki dan apa yang harus ditingkatkan serta apa yang harus dipertahankan, sehingga dinamika yang terjadi sebuah pergerakan yang positif dengan ada kenaikan grafik kinerja yang positif pula. Yang terpenting siap merasakan perbedaan pelayanan sentuhan oleh kita semuanya,” tegasnya.

Lebih lanjut Bupati Tantri mengungkapkan bahwa ASN Kabupaten Probolinggo terkait dengan kondisi hari ini pandemi COVID-19 memang memaksa semuanya untuk bersabar karena Allah tidak akan mungkin memberikan sebuah cobaan tanpa alasan dan tanpa hikmah.

“Saya ingin titipkan pada semuanya yang baru maupun yang bergeser, termasuk seluruh pejabat karena tentu pejabat dan seluruh ASN adalah contoh dan tauladan bagi masyarakat. Pahamkan masyarakat dan jangan kemudian menakut-nakuti tetapi bagaimana rakyat paham protokol kesehatan yang harus dilalui dan apa yang harus dilakukan manakala ada sesuatu yang terjadi baik didirinya, keluarga maupun lingkungan,” tandasnya.

Bupati Tantri meminta ASN agar selalu memegang kepercayaan dan amanah rakyat ini dengan sebaik-baiknya dengan bekerja amanah dan profesional serta meningkatkan komunikasi, koordinasi dan sinergi lintas sektor.

“Karena pada prinsipnya manusia itu tidak ada yang sempurna. Dalam konteks bekerja pemikiran 1 orang dibandingkan dengan pemikiran banyak orang Insya Allah akan lebih disempurnakan pemikiran orang banyak,” tambahnya.(Wap)

Tags: