Bupati Trenggalek Dorong Kemajuan UKM Lewat Pariwisata

Trenggalek Bhirawa
Pengembangan produk Usaha Kecil Menengah (UKM) akan didorong sebagai salah satu potensi wisata yang bisa ditawarkan. Pemkab Trenggalek akan mengembangkan produk Usaha Kecil Menengah ( UKM ) menjadi primadona para wisatawan yang berkunjung
Penekanan ini disampaikan Bupati Trenggalek Muh Nur Arifin saat acara Galang UKM edisi ke empat, Selasa(12.11) . Menurut Bupati Nur Arifin para pelaku UKM bisa mempromosikan berbagai produk UKM nya sehingga bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat Kabupaten Trenggalek.
“Kita mempunyai perjuangan yang sama, kalau pelaku UKM aktif menjual produknya, sehingga saya bisa menjual stategisnya di mata orang lain.” kata Arifin. Selasa (12/11).
Selanjutnya Arifin menceritakan dalam kegiatan Jakarta Marketing Week, ia minta kepada salah satu pakar marketing , Hermawan Kertajaya untuk datang ke Trenggalek. Dengan kedatangan Hermawan Kertajaya, lanjut Bupati , ia bisa masuk dan bertemu dengan para pengusaha untuk menjual potensi yang ada di Trenggalek.
“Ada satu portofolio yang menarik yang didapat dalam kegiatan tersebut. Semua daerah tak kenal lelang mempromosikan UKMnya masing-masing. Yang mana di pasar tersebut ada pertempuran yang sangat luar biasa, seperti produk unggulan dari semua daerah, maupun produk dari semua dunia siap bertempur disana.” ungkapnya
Namun hal itu tidak membuat orang nomor satu di Trenggalek putus asa, ia masih punya berbagai terobosan untuk mempromosikan Produk unggulan Kabupaten Trenggalek.
“Yang bisa kita upayakan adalah bagaimana kita bisa ekspor namun barangnya tidak perlu keluar, yaitu diantaranya dengan cara turis, Investment sehingga trading nya bisa tercapai.” harapnya.
Selanjutnya Dalam kesempatan itu Bupati Trenggalek mencoba menunjukkan konsep yang akan diterapakan, yaitu hotel and resort Glamping yang akan dibangun oleh investor di kawasan hutan Mangrove Cengkrong Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek.
Ia menyebutkan untuk membangun hotel and resort Glamping Pemerintah Kabupaten Trenggalek tidak perlu kocek dalam, namun cuma menjamu para investor dengan hotel dan makan malam.
“Kalau dalam konsep ini dibuat oleh Pemerintah Daerah tentunya akan banyak anggaran yang dikeluarkan, anggaran ratusan akan dikeluarkan bahkan bisa miliaran rupiah.”Tandasnya.
Lebih lanjut ia selalu mendorong Camat untuk turun memberikan ijin usaha mikro, sehingga kedepan bisa mengangkat UKM yang ada di kabupaten Trenggalek.
“Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Trenggalek mencapai Rp. 20 triliun dan 10 triliun yang dihasilkan dari UMKM. Jadi Sudah tidak waktunya UMKM ditolong, melainkan bermitra untuk bisa maju bersama. Jadi ketika Konsep itu akan dibangun tanpa menggunakan APBD masyarakat masih bisa ikut berpartisipasi dengan sistem urun bersama (Crowdfunding).” Tandasnya. (adv.wek).

Tags: