Bupati Trenggalek Upayakan Warga Terdampak PSN Berdomisili Tak Jauh dari Bendungan

Bupati Trenggalek usai melihat kesiapan pasukan dalam pengamanan kunjungan tamu VVIP, Presiden Joko Widodo untuk meresmikan Bendungan Tugu, Senin (29/11)

Trenggalek,Bhirawa.
Warga Trenggalek jangan Salah menikai bila Bupati, Mochamad Nur Arifin abai terhadap persoalan warga terdampak pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Bagong. Seolah memang tidak diperdengarkan, namun berbagai upaya dilakukan untuk memperjuangkan warga terdampak pembangunan PSN ini.

Salah satunya pemukiman kembali warga tidak jauh dari lokasi PSN. Awalnya disepakati alih fungsi lahan hutan untuk pemukiman dengan skema lahan pengganti, diupayakan serius bisa pelepasan kawasan hutan.

Bupati Nur Arifin saat dikonfirmasi awak media, “kita akan ekspose dulu dengan kementrian. Saat ini Kementrian sudah membentuk tim atas usulan kita, bahwasannya komitmen pemerintah kepada masyarakat yang sudah merelakan tanahnya untuk menjadi proyek strategis nasional untuk pembangunan yang ada di Bagong,” ucap Bupati Trenggalek usai melihat kesiapan pasukan dalam pengamanan kunjungan tamu VVIP, Presiden Joko Widodo untuk meresmikan Bendungan Tugu, Senin (29/11)

Ini akan kita upayakan mereka tetap tinggal di sekitar kawasan bendungan, sambungnya. “Sehingga ketika bendungannya rame, mereka dapat menerima manfaat dari bangunan bendungan itu,” imbuh suami Novita Hardini itu.
Salah satu skemanya adalah kita memohon kawasan hutan, untuk bisa menjadi tempat pemukiman baru bagi masyarakat.

“Skema awal adalah tukar menukar kawasan hutan. Jadi masyarakat punya kewajiban untuk mengganti lahan,” jelasnya.

Masih menurut pria yang akrab disapa Gus Ipin itu, “namun kementrian melalui pemerintah kabupaten yang memohon. Kita mohonkan tidak tukar menukar, namun pelepasan kawasan hutan. Sehingga nanti kawasan itu bisa didapatkan oleh masyarakat, kita bantu mendisainkan master plane-nya. Sehingga masyarakat nanti tidak perlu menyiapkan lahan pengganti,” ucap lanjutnya.

Ini satu upaya yang kita upayakan, semoga kementrian nanti menyepakati dan masyarakat senang sudah menerima ganti rugi, kemudian nanti dapat lahan pemukiman kembali. Sedangkan beberapa hal seperti master plane, instalasi dan lain sebagainya nanti kita upayakan bersama antara pemerintah kabupaten dan juga kementrian PU itu nantinya.

“Saya sampaikan bahwa kita mengupayakan yang terbaik untuk masyarakat,” tutupnya. (Wek)

Tags: