Bupati Tuban Resmikan Rest Area Senilai Rp5,8 M

7-foto B hud-Rest Area 10Tuban, Bhirawa
Pemerintah kabupaten (Pemkab) Tuban akhirnya kemarin (16/9) meresmikan Rest Area senilai Rp5,8 Miliar yang dibangun menggunakan dana APBD Tuban 2013 di pojok  pertigaan jalan antara Jalan Teuku Umar dan Jalan RE. Martadinata Tuban atau bekas terminal lama.
Dalam peresmikan yang dilakukan langsung oleh Bupati Tuban, H. Fathul Huda juga dilakukan penandatanganan Kemitraan Usaha antara supermarket/minimarket dengan asosiasi UMKM Kabupaten Tuban yang dihadiri oleh seluruh Kepala SKPD, Camat se-Kabupaten Tuban, Jajaran Forpimda Kabupaten Tuban, BUMN, BUMD, Instansi Vertikal, Perbankan dan Para Pelaku Usaha.
“Agar ada daya saing Produk UMKM, Khususnya mengantisipasi Perdagangan bebas ini perlu adanya peningkatan kemampuan sumber daya manusia UMKM yang berbasis pada teknologi Informasi, karena saat ini Kabupaten Tuban menjadi salah satu tujuan yang berpotensi manjadi kawasan Pengembangan Industri, Ekonomi Kreatif dan Agribisnis,” kata Bupati dalam sambutannya.
Lebih lanjut diterangkan, pemanfaatan teknologi Informasi adalah diantara salah satu bagian dari menyonsong perdagangan Bebas Asean. Oleh karena itu Pemkab Tuban bersama PT.Telkom Indonesia, Tbk. Witel Jatim Utara melalui Excekutive General Manager Divre V Jatim, Iskriono Windiarjanto dan Pemkab Tuban dalam hal ini Bupati Tuban menandatangani implementasi “Tuban Digital Society”.
“Salah satu wujud dari Tuban digital Society adalah di kawasan Rest area sudah dilengkapi dengan Wifi gratis. Setalah Rest Area dalam Program ini akan dipasang juga titik-titik Wifi gratis yang dapat diakses oleh Masyarakat Tuban di Tempat-tempat umum yang telah kami angarkan senilai Rp 4 Milyar pada APBD 2014,” lanjut Huda.
Sementara itu, bukti dukungan terhadap perkembangan Teknologi di kalangan UMKM, Excekutive General Manager Divre V Jatim, Iskriono Windiarjanto, menerangkan di lantai dua Dome Rest Area terdapat ruang khusus pelatihan dan juga pengembangan teknologi Informasi kepada UMKM yang menginginkan Produknya bisa diakses secara online di website melalui Web Toko Online yang nantinya akan di buat dan dikelola oleh UMKM itu sendiri.
Di tempat terpisah, banyak masyarakat yang berharap dengan peresmian tersebut merupakan awal tumbuhnya ekonomi daerah. Namun disisi lain banyak masyarakat yang khawatir, karena takut nasibnya seperti tempat Kedai Pasar Atom (Kedatom) yang berada di depan lokasi pantai Boom Tuban. “Sampai saat ini Kedatom saja sepi, banyak penjualnya yang pada berlarian lantaran sepi dan tidak ada pembelinya,” kata Sugik warga Desau Kembangbilo, Tuban.
Sugik juga berharap agar Pemkab tidak hanya¬† mampu membangun dan menyediakan fasilitas saja. Namun diharapkan bisa mengelolah rest area tersebut menjadi andalan Tuban. Sehingga setelah peresmian jangan sampai tempat istirahat yang dilengkapi makanan dan mimuman khas daerah itu nasibnya tidak terlunta-lunta seperti nasibnya kedatom yang berada di depan pantai Boom Tuban. “Kami harap, setelah diresmikan, pemkab harus serius menggarapnya, jangan sampai nasibnya kayak Kedatom yang saat minim pembelinya dan akhirnya penjualnya banyak yang lari,” pinta Penggerak ekonomi desa ini.
Rest Area digadang-gadang menjadi ikon wisata baru dikabupaten Tuban. Sebab, selain akan dijadikan sebagai sentra kuliner dan produk unggulan khas Tuban, lokasinya yang strategis diyakini memberikan nilai plus tersendiri jika dibanding sejumlah fasum sejenis yang dimiliki Kabupaten Tuban.
Sedangkan Kepala Dinas Perekonomian dan Pariwisata, Farid Achmadi mengaku optimis, karena area bekas terminal lama Tuban yang menghadap laut, menjadikan Rest Area sebagai tempat beristirahat yang menarik dan mudah dijangkau, baik oleh warga lokal, maupun mereka yang kebetulan singgah di Tuban.
Farid Ahmadi menyatakan Rest Area akan dikelola dengan strategi manajemen khusus. Artinya, pengunjung yang habis makan atau berbelanja, hanya perlu mendatangi satu kasir untuk semua stand yang ada. Hal ini dimaksudkan agar lebih efisien dan tidak semrawut.
“Pengelolaan Res Area dalam Dom (Bangunan berbentuk setengah bulat). Di sana ada beberapa produk unggulan yang kami kelola dengan sistem satu manager dan sistem satu kasir, agar tidak terlalu padat dan semerawut. Jadi disana akan dikelola satu manager dan beberapa karyawan seperti di swalayan,” terang Farid. [hud]

Caption foto : Bupati Tuban saat menandatangani prasasti “Rest Ares Tuban” serta mengunjungi stan para pedagang dan mencoba makan makanaan khas Tuban bersama Jajaran Forpimda setelah peresmian. (Khoirul Huda/bhirawa)

Tags: