Bupati Tulungagung Resmikan Dua Pasar di Pendopo

Bupati Maryoto Birowo menandatangani prasasti peresmian Pasar Rakyat Ngunut dan Pasar Hewan Terpadu di pendopo Kongas Arum Kusumaning Bingso, Senin (1/2).

Tulungagung, Bhirawa
Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, meresmikan Pasar Rakyat Ngunut dan Pasar Hewan Terpadu dari Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bingso, Senin (1/2). Selain itu, ia juga sekaligus melaunching e-retribusi pasar dalam acara peresmian tersebut.
Bupati Maryoto Birowo menyebut peresmian dilakukan di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bingso karena masih dalam masa pandemi Covid-19. “Para pedagang yang sudah memilih hari baik untuk pindah juga dilarang mengadakan pertujukan. Apa itu wayangan atau pun dangdutan tidak boleh,” ujarnya usai acara peresmian.
Pasar Rakyat Ngunut yang sudah selesai pembangunannya usai kebakaran hebat pada November tahun 2019 lalu, menurut mantan Sekda ini, mempunyai fasilitas 112 los dan 172 kios. Selain juga fasilitas lainnya seperti kamar mandi dan toilet. “Sedang pembiayaan pembangunannya bersumber dari Kementerian Perdagangan, Provinsi Jatim dan Pemkab Tulungagung,” tuturnya.
Selanjutnya, Ia pun membeberkan, selain Pasar Rakyat Ngunut, diresmikan pula Pasar Hewan Terpadu di Desa Sumebrdadi Kecamatan Sumbergempol. Pasar tersebut sebagai pengganti pasar hewan lama di Desa Beji Kecamatan Boyolangu.
“Dan pada hari ini juga dilaunching e-retribusi pasar. E-retribusi ini diharapkan dapat membuat praktis dan efisien dalam pemungutan retribusi di pasar. Utamanya, di Pasar Panjerejo yang pertama kali menerapkannya,” paparnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tulungagung, Imroatul Mufidah, yang mendampingi Bupati Maryoto Birowo, mengatakan hal yang sama. Ia menambahkan dengan diterapkannya e-retribusi pasar maka pendapatan dari retribusi pasar tidak akan bocor.
“Retribusi yang ditarik ke pedagang semuanya langsung masuk kas daerah di Bank Jatim. Pemungut retribusi sekarang tidak lagi memungut uang retribusi semuanya sudah dengan elektronik banking. Pemungut retribusi hanya memberi karcis setelah transaksi e-retribusi dilakukan,” jelasnya.
Sementara itu, terkait Pasar Rakyat Ngunut, Imroatul Mufidah menyatakan jumlah pedagang yang sudah dapat pindah dari tempat penampungan sementara (TPS) ke pasar yang baru dibangun itu untuk sementara sebanyak 400 pedagang. Sedang sekitar 100 perdagang lainnya masih harus bertahan di TPS, sebab jumlah los dan kios yang terbangun terbatas.
“Namun tahun ini juga akan dibangun lagi dua hanggar di Pasar Rakyat Ngunut dengan anggaran Rp 4 miliar. Pembangunan dua hanggar ini nanti dapat menampung pedagang yang masih di TPS tersebut,” ucapnya. [wed]

Tags: