Bupati Tulungagung Sebut Warga Perangi Covid-19 sebagai Pahlawan

Bupati Maryoto Birowo menabur bunga di TMP Tulungagung sebelum pelaksanaan upacara peringatan Hari Pahlawan, Selasa (10/11).

Tulungagung, Bhirawa
Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, menyebut semua warga yang berperan dalam memerangi virus Covid-19 dalam masa pandemi saat ini sebagai pahlawan. Mereka merupakan pejuang dalam memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.

“Warga atau masyarakat yang berperan memerangi Covid-19 bisa disebut pahlawan,” ujarnya usai upacara peringatan Hari Pahlawan dan Hari Jadi ke-75 Provinsi Jawa Timur di halaman Kantor Bupati Tulungagung, Selasa (10/11).

Masyarakat disebut sebagai pahlawan, menurut dia, karena sudah menerapkan protokol kesehatan atau telah membantu tetangganya yang sakit ke rumah sakit saat pandemi Covid-19. “Kemudian juga warga yang telah meberitahu tentang Covid-19 pada warga yang lain yang belum tahu itu juga bisa disebut pahlawan,” sambungnya.

Bupati Maryoto Birowo selanjutnya menyatakan kalau dulu pahlawan berjuang dengan mengangkat senjata, sekarang berjuang untuk melawan berbagai permasalahn bangsa. Seperti kemiskinan, bencana alam, narkoba, paham-paham radikal dan termasuk berjuang melawan pandemi Covid-19 yang saat ini melanda dunia.

Sedang bagi para veteran kemerdekaan RI, mantan Sekda Tulungagung ini juga menyatakan pemkab Tulungagung sangat memperhatikan keberadaan mereka. Apalagi ditengah pandemi Covid-19.

“Khusus bagi beliau-beliau (veteran kemerdekaan) di saat sekarang kita mengalami krisis kesehatan dan krisis ekonomoi tentu saja kalau sakit kami akan prioritaskan dalam penanganannya,” paparnya.

Bupati Maryoto Birowo, selain sebagai inspektur upacara dalam peringatan Hari Pahlawan dan Hari Jadi ke-75 Provinsi Jawa Timur, ia bersama Forkopimda Kabupaten Tulungagung juga sempat melakukan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Tulungagung.

Sementara itu, terkait peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur, Bupati Maryoto Birowo menyatakan merupakan penghormatan terhadap lahirnya pemerintahan Provinsi Jawa Timur yang ditandai dengan dimulainya penyelenggaraan pemerintahan pada tanggal 12 Oktober 1945 dengan Gubernur pertama Raden Mas Tumenggung (RMT) Ario Soerjo.

“Hari Jadi Provinsi Jawa Timur merupakan sarana menumbuh kembangkan rasa persatuan dan kesatuan, kebanggaan daerah, mendorong semangat memiliki membangun daerah serta memperkuat rasta kecintaan masyarakat du wilayah Jawa Timur dalam kerangka NKRI,” tuturnya. [wed]

Tags: