Bupati Tulungagung Tak Masuk Gelombang Pertama Divaksin Covid-19

dr Kasil Rohmad

Tulungagung, Bhirawa
Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, tidak termasuk dalam gelombang pertama yang akan divaksinasi Covid-19 pada Selasa (15/1) mendatang. Ia belum bisa divaksin karena sudah berusia di atas 60 tahun.

Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung, dr Kasil Rohmad, di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Selasa (5/1), mengungkapkan ada batas syarat umur dalam vaksinasi Covid-19 gelombang pertama dari Sinovac itu. “Syarat umur yang boleh divaksinasi Covid-19 dengan vaksin Sinovac adalah yang berumur 18 tahun sampai dengan 59 tahun. Karena itu, Bupati belum dapat divaksinasi pada gelombang pertama,” ujarnya.

Rencananya, lanjut dr Kasil, Bupati Maryoto Birowo baru akan divaksinasi Covid-19 pada gelombang kedua. Dimana vaksin yang akan disuntikkan tersebut merupakan vaksin produk dari Pfizer. “Vaksin Pfizer dapat digunakan untuk usia diatas 60 tahun,” tuturnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung ini mengakui jika vaksinasi corona gelombang pertama di Kabupaten Tulungagung akan diberikan pertama kali pada petugas medis, selain juga pada sebagian pejabat pemerintahan, tokoh masyarakat dan tokoh agama.

“Kemungkinan untuk yang pejabat pemerintahan, tokoh masyarakat dan tokoh agama di Tulungagung sebanyak 20 orang. Mereka semua nanti pada tanggal 15 Januari divaksin di pendopo,” terangnya.

Ketika ditanya soal pendistribusian vaksin yang saat ini masih berada di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, dr Kasil menyatakan akan melakukan pengambilan ke Surabaya. “Kemungkinan dalam minggu ini kami ambil di Surabaya,” ucapnya.

Sedang mengenai berapa banyak vaksin untuk Kabupaten Tulungagung pada gelombang pertama, dr Kasil belum bisa memastikannya. Ia menyebut datanya masih bisa berubah. “Belum bisa kami sampaikan,” timpalnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan jika Pemkab Tulungagung saat ini telah membentuk tim vaksinasi Tulungagung. Selain Dinas Kesehatan mengorganisir fasilitas kesehatan yang mampu melakukan vaksinasi, termasuk sumber daya manusianya.

“Sudah dilakukan pelatihan sebanyak delapan kali melalui daring. Vaksinasi akan dilakukan di 32 puskesmas yang ada. Jika dirasa kurang akan ditambah di rumah sakit swasta,” paparnya.

Dokter Kasil mengungkapkan pula akan membentuk tim KIPI (kejadian ikutan paska imunisasi) yang berpusat di RSUD dr Iskak Tulungagung. “Selalu begitu jika ada imunisasi atau vaksinasi kami bentuk tim KIPI,” bebernya.

Ia pun berpesan meski nanti vaksinasi Covid-19 sudah dilaksanakan, masyarakat tetap harus melaksanakan protokol kesehatan (prokes)secara ketat. Vaksinasi hanya merupakan salah satu upaya dalam memutus penyebaran virus Covid-19. (wed)

Tags: