Bus Study Tour SMP PGRI 1 Wonosari Malang Kecelakaan di Jombang, 2 Tewas

Bus rombongan study tour SMP PGRI 1 Wonosari Malang yang mengalami kecelakaan saat berada di Satlantas Polres Jombang, Rabu (22/05). (arif yulianto/bhirawa).

Jombang, Bhirawa.
Bus rombongan study tour Sekolah Menengah Pertama (SMP) PGRI 1 Wonosari, Malang mengalami kecelakaan di KM 695+400 jalur A Tol Jombang – Mojokerto (Jomo), pada Rabu malam (22/05) sekitar pukul 23.45 WIB dan mengakibatkan dua orang tewas. Mereka adalah satu orang kernet dan satu guru.

Penumpang lainnya sebanyak 15 orang mengalami luka. Rinciannya, 10 mengalami luka ringan dan 5 luka berat. Sedangkan 33 penumpang lainnya selamat.

Kanit 3 PJR Polda Jatim AKP Yudiono menerangkan, kecelakaan berawal saat bus pariwisata Bimorio nomor polisi W-7422-UP yang dikemudikan Yanto (36), warga Desa Gembongan Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar melaju dari arah Yogyakarta menuju Malang.

Bus itu membawa rombongan study tour pelajar SMP PGRI 1 Wonosari Malang. Tiba di KM 695+400 tol Jomo, diduga pengemudi mengantuk sehingga tidak bisa menguasai keadaan.

Bus kemudian oleng ke kiri dan menabrak truk Mitsubishi N-9674-UH bermuatan gerabah. Truk ini dikemudikan Arif Yulianto (32), warga Kecamatan Lawang Malang. Bus menempel di bak truk di lajur kiri menghadap ke timur dengan depan bus hancur.

“Saat kejadian arus lalu lintas landai lancar dan cuaca cerah. Dua orang meninggal, 15 terluka, serta 33 orang selamat,” terang AKP Yudiono.

Korban meninggal yakni kernet bus bernama Edy Sulistiyono yang merupakan warga Desa Bangle Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar. Satu orang korban meninggal lainnya yakni Edy Crisna Handaka, guru yang merupakan warga Desa Ngebruk Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang.

Bus naas itu kemudian diamankan ke Satlantas Polres Jombang.

Pada Rabu siang (22/05), Ditlantas Polda Jatim melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) ke lokasi kecelakaan.

Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Komarudin menjelaskan, dari pengakuan sementara, sopir bus sempat tertidur hingga bus ‘lari’ ke kiri dan di depannya terdapat truk, sehingga bus itu menabrak truk yang berada di depannya.

“Dari TKP kita temukan ada bekas jejak rem bis sepanjang 69 meter. Kemudian dari titik tabrak, pengereman truk sampai dengan titik akhirnya berhenti, itu sepanjang 188,2 meter. Artinya dapat disimpulkan sementara bus dalam kecepatan tinggi,” terang Kombes Komarudin.

Dirlantas Polda Jatim menjelaskan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap sopir bus.

“Kami masih melakukan pendalaman, pemeriksaan terhadap kondisi bus, yang memang sementara kami menemukan kelengkapan surat-suratnya ada, kemudian juga KIR-nya masih hidup, namun tentunya kita akan terus melakukan pendalaman faktor-faktor apa saja selain dari faktor ‘human error’. Faktor kesalahan ataupun kelalaian pengemudi, atau faktor-faktor lain nanti kita informasikan lebih lanjut,” bebernya.(rif.hel)

Tags: