Cabdin Minta Sekolah Matangkan Persiapan AKM

Lutfi Isa Anshori

Berpengaruh pada Rangking dan Indeks Sekolah
Surabaya, Bhirawa
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah resmi mengganti Ujian Nasional (UN) menjadi Asesmen Nasional (AN). Dalam AN nantinya ada tiga instrumen yang telah ditentukan untuk pemetaan pendidikan di Indonesia. Yakni Asesment Kompetensi Minimal (AKM), Survey Karakter, dan Survey Lingkungan Belajar.
Terkait hal itu, Cabang Dinas Pendidikan Jatim wilayah Surabaya – Sidoarjo, Lutfi Isa Anshori menuturkan, pelaksanaan AN atau AKM mulai diterapkan di tahun ini. Setiap sekolah akan mewakilkan 40 siswanya yang sebelumnya telah dipilih secara acak oleh Kemdikbud melalui Dapodik (Data Pokok Peserta Didik).
“Untuk AKM-SK (kami menyebutnya, red) akan diikuti kelas XI untuk SMA/SMK dan MA) sedangkan kelas XII nya nanti akan mengikuti Ujian Satuan Pendidikan Berbasis Komputer dan Smartphone (USP BKS),” ujar Isa Anshori ditemui Bhirawa, Senin (11/1).
Karena ini merupakan tahun pertama AKM, maka pihaknya berinisiatif menggelar latihan bareng untuk pengenalan sebelumnya sudah dilakukan beberapa kali di Bulan Desember, dengan jumlah siswa secara terbatas. ”Karena (merupakan) sesuatu yang baru, jadi dibuat uji coba di masing – masing sekolah sebanyak lima siswa,” jabarnya.
Dikatakan Isa Anshori, pelaksanaan AKM – SK sendiri bertujuan untuk memotret kondisi sekolah. Dengan kata lain, dari hasil ini akan diketahui proses pembelajaran di sekolah, dan kenyamanan belajar siswa melalui skore AKM yang didapat. Kegiatan ini, imbuh Lutfi juga sebagai dasar pemetaan pendidikan.
“Untuk soal – soalnya nanti, bentuknya seperti soal – soal cerita yang meliputi aspek nalar, numerik, literasi. Modelnya seperti UN berbasis online. Bedanya, kalau UN untuk semua siswa. Tapi ini hanya 40 siswa,” katanya.
Lebih lanjut, Lutfi juga mengingatkan, agar sekolah menyiapkan secara matang untuk pelaksanaan AKM. Sebab, hasil skore AKM akan menyangkut pada rangking dan indeks sekolah.
“Karena dipilih secara acak lewat Dapodik sekolah tidak tahu mana siswanya yang akan mengikuti AKM. Apakah dia yang mampu secara akademik atau di bawah rata – rata akademik. Jadi memang harus dimatangkan persiapannya, sekolah harus mencari info modelnya (AKM) gimana dan menggelar try out. Karena ujicoba akan dilaksanakan sekitar April atau Mei,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 15 Surabaya, Johanes Mardijono mengungkapkan, tidak ada persiapan khusus untuk AKM 2021. Hanya saja akan ada pemantapan untuk guru – guru mata pelajaran untuk menyelipkan soal – soal yang berkaitan dengan numerik, literasi dan nalar.
“Belum ada bimbingan secara khusus. Karena saat ini masih berbasis online ya pembalajarannya. Cuma waktu guru – guru Mapel memberikan pembelajaran, juga diselipkan materi – materi yang menyangkut soal – soal yang ada di AKM,” ujar dia.
Ia juga menambahkan, hasil AKM akan bisa digunakan oleh sekolah sebagai bahan evaluasi selama proses pembelajaran berlangsung. ”Ini nanti akan digunakan untuk pemetaan sekolah. Jadi modal pemetaan untuk sekolah,” katanya. [ina]

Tags: