Camat Mojosari Mojokerto Santuni Mbah Lastinah

9-foto kiri-2Kab.Mojokerto, Bhirawa
Mbah Lastinah (95) warga Jalan Duku, Desa Seduri, Kec Mojosari, Kab Mojokerto yang kesulitan ekonomi hingga harus mengkonsumsi telo(ubi jalar) selama 4 tahun. Kini mulai ada secerca harapan hidup lebih baik. Setelah Pemkab Mojokerto melalui Camat Mojosari, H Abdulloh menyantuni dan mengupayakan dapat KPS (Kartu Perlindungan Sosial) hingga bisa masuk daftar nominalis cek giro SKS. Dan diperkirakan Bulan Januari sudah dapat jatah Rp400 ribu sebagai kompensasi kenaikan BBM.
Seperti diberitakan Bhirawa sebelumnya jika Mbah Lastinah yang hidup sebatang kara ini memang tak mempunyai seorang anakpun hasil perkawinannya dengan Abdul Gani yang meninggal 10 tahun lalu. Demikian juga dengan rumah yang dihuni kini adalah rumah saudaranya yang dipercayakan untuk menempati. Saat masih mudah pekerjaan Lastinah memang pedagang beras di Pasar Mojosari.
Namun karena perkembangan jaman yang menuntut orang harus energik dalam menjalankan kegiatannya. Sementara Astinah sudah tak mampu baik secara fisik maupun pikiran, akhirnya lapakpun harus dijual untuk menopang hidup sendirian.
Dengan berbekal pengalamannya saat mudah berdagang, kini Lastinah meski usia sudah 95 tahun tetap melakukàn kegiatan itu meski hanya menjualkan nasi aking (karak) orang ke Pasar Mojosari. ”Ngge mung niki sagete, ngge kulo lampahi mawon. Amargi buruane kulo damel nedho tumbas telo mas (Ya, mungkin ini saja yang bisa saya lakukan. Sebab hasilnya saya gunakan untuk membeli ubi jalar. Mas, red),” jelas Lastinah.
Lebih lanjut, Lastinah mengaku bersyukur kepada Allah yang masih diberikan umur panjang juga berterima kasih kepada Pemkab.  Khususnya Camat Mojosari yang telah mengupayakan dapat bantuan dana kompensasi kenaikan BBM.
‘Mudah mudahan Allah membalas amal yang diberikan pada kami yang berupa kebutuhan hidup di hari- hari mendatang , karena selama ini kami tak pernah menerima bantuan dari pemerintah. Khusus Pak Abdulloh yang secara pribadi memberikan uang Rp250 ribu. Matuur nuwun Pak. Artone kulo damel tumbas uwos (uangnya saya gunakan untuk membeli beras),” kata Lastinah saat ditemui Bhirawa, Jumat (5/12) kemarin. [min]

Keterangan Foto : Lastinah berada di rumahnya. [hasan amin/bhirawa]

Tags: