Capaian Retribusi Perizinan Pemerintah Kota Batu Didominasi IMB

Selain retribusi IMB, retribusi parkir juga mendapatkan sektor yang tetap memberikan pendapatan kepada Pemkot Batu di tengah masa pandemi.

Kota Batu,Bhirawa
Izin Mendirikan Bangunan (IMB) saat ini mendominasi pendapatan retribusi dari sektor perizinan di Kota Batu. Terhitung hingga September 2020, pendapatan retribusi IMB telah mencapai Rp 684 juta dari target sebesar Rp 927 juta. Tingginya, pendapatan retribusi IMB ini membuat retribusi sektor perijinan di Kota Batu telah tercapai 70 persen.

Diketahui, untuk sektor perizinan di Kota Batu, pemkot telah menetapkantarget pencapaian sebesar Rp 1 miliar. Dan terhitung hingga September 2020, retribusi perizinan terealisasi Rp 713 juta. “Dan dari angka tersebut, Rp 684 juta berasal dari retribusi IMB,”ujar Kabid Perizinan DPMPTSPTK Pemkot Batu, Tauchid Bhaswara, Senin (5/10).

Ia menjelaskan bahwa tingginya retribusi IMB ini dikarenakan banyaknya pengajuan IMB yang datang dari pengembang perumahan. Adapun penarikan tarif retribusi IMB berpedoman pada Perda Kota Batu nomor 9 tahun 2011 tentang retribusi perizinan tertentu.

Kemudian besaran retribusi IMB disesuaikan dengan luas dan tinggi bangunan, serta sarana penunjang lainnya. “Sebetulnya target yang diberikan Rp 2,8 miliar seperti 2019 lalu. Karena korona, seluruh sektor pendapatan daerah, termasuk retribusi perizinan mengalami penurunan,” jelas Tauchid.

Di urutan kedua, ditempati retribusi pelayanan pemakaman yang besarannya mencapai Rp 23 juta. Kemudian bersumber dari trayek pribadi sebesar Rp 3,6 juta dan trayek usaha/badan hanya sekitar Rp 892 ribu. Retribusi ini dipungut dari penerbitan izin untuk menyelenggarakan trayek angkutan umum yang diberikan kepada individu ataupun badan usaha.

Diketahui, retribusi layanan pemakaman baru diambil alih DPMPTSPTK Kota Batu di tahun 2020 ini. Di tahun sebelumnya, retribusi ini domainnya berada di Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kota Batu.

Pada 2019 lalu, target retribusi perizinan dipatok senilai Rp 3 miliar. Dengan rincian, retribusi IMB terealisasi Rp 687 juta dari target yang ditetapkan sebesar Rp 2,8 miliar. Selanjutnya, retribusi trayek pribadi terealisasi Rp 6,3 juta dan trayek usaha/ badan yakni Rp 1,9 juta.

“Dengan sisa waktu yang ada kami optimis ada tambahan perolehan sehingga target retribusi perizinan bisa tercapai,” lanjut Tauchid. Namun demikian sistem pemungutan retribusi berbeda dengan pajak. Retribusi baru bisa dilakukan kalau ada pemohon yang menerima layanan. Sementara untuk pajak merupakan pungutan rutin tiap tahun terhadap warga negara.[nas]

Tags: