Cegah Covid-19, Sekolah di Kota Malang Terapkan Peduli Lindungi

Kepala Disdikbud Malang Swarjana

Malang, Bhirawa
Untuk menekan penyebaran Covid 19 di lingkungan sekolah, Pemerintah Kota Malang menerapkan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi di seluruh Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kebijakan itu diterapkan dalam waktu dekat seiring dengan diterapkannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, disemua sekolah di Kota Malang.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana, rencananya penerapan Peduli Lindungi dilakukan pada November ini. Sementara kebijakan ini, hanya diterapkan untuk siswa SMP yang sudah diperbolehkan membawa HP. Minimal di SMP akan diterapkan aplikasi Peduli Lindungi. Karena siswa SMP sudah membawa ponsel, sedangkan untuk siswa SD masih belum diizinkan membawa HP.
Menurut Suwarjana, proses pengajuan penggunaan aplikasi ke pusat begitu cepat, sehingga dia yakin akan terealisasi pada bulan ini. Apalagi saat ini vaksinasi pelajar sudah mencapai 99%. Selain penggunaan aplikasi Peduli Lindungi, Disdikbud Kota Malang juga terus melakukan deteksi dini penyebaran Covid 19 dengan melakukan swab antigen secara acak kepada siswa. Sejauh ini untuk siswa di Kota Malang sudah 40% menjalani swab dengan hasil negatif keseluruhan.
“Sejauh ini sudah sekitar 40% siswa sudah kita swab antigen. Allhamdulillah hasilnya negatif semua. Tetapi kami berharap jangan sampai kita lengah, tetap menerapkan Prokes,” tambah Suwarjana.
Swab antigen acak itu dilakukan dengan berpindah dari sekolah ke sekolah lainnya. Namun siswa yang menjalani swab harus dengan izin orangtua. Kalau untuk guru dan tenaga pengajar lainnya, lanjut dia swab antigen wajib dilakukan. ”Hasilnya sejauh ini negatif semua,” pungkasnya. [mut]

Tags: