Cegah Klaster Baru, Gubernur Imbau Tak Lakukan Pesta Tahun Baru

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa

Pemprov, Bhirawa
Meningkatnya kembali penularan Covid-19 di Jatim maupun nasional membuat semua pihak harus semakin waspada. Kepatuhan terhadap protokol kesehatan menjadi kuncinya. Termasuk kewaspadaan dalam menghadapi momentum akhir tahun yang terdapat perayaan Natal maupun Tahun Baru. Berbagai kegiatan yang dapat memicu kerumunan diharapkan tidak terjadi.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menuturkan, dalam menghadapi momentum tahun baru ini pihaknya telah melakukan kordinsi agar pesta dan peringatan tahun baru seyogyanya tidak dilakukan. Apalagi dalam beberapa waktu terakhir angka penyebaran Covid -19 di Jatim menunjukkan data yang relatif tinggi, meski secara nasional Jatim berada di posisi ke empat. “Semua ini terkoneksi antara Jatim, Jateng, Jabar dan DKI. Maka untuk peringatan tahun baru ini mohon tidak melakukan sesuatu yang mengakibatkan munculnya kerumunan-kerumunan baru sehingga membuat adanya klaster-klaster baru bisa muncul,” tutur Khofifah.
Berdasarkan data situasi Covid-19 di Jatim, Minggu (13/12) kemarin, kasus aktif di Jatim mencapai 4.592 orang sehingga kasus kumulatif mencapai 69.921 orang terkonfirmasi positif. Penambahan kasus positif aktif per hari kemarin mencapai 791 orang dengan total penambahan kesembuhan sebanyak 650 orang atau 86,45 persen. Penambahan jumlah kasus meninggal sebanyak 47 orang atau mencapai 6,98 persen. Sementara rate of transmission (RT) Jatim telah mencapai 1,3.
“Kita juga berharap masyarakat akan semakin disiplin dengan protokol kesehatan. Memakai masker untuk melindungi diri dan orang lain dan selalu mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun,” imbuh Khofifah.
Hingga kemarin, masih tercatat tiga daerah di Jatim yang masuk dalam zona merah. Di antaranya ialah Kota Blitar, Kabupaten Jember dan Kota Probolinggo. Dari seluruh daerah di Jatim, Kabupaten Jember menempati posisi tertinggi kasus aktif mencapai 484 orang. Sedangkan Kota Blitar terdapat 101 kasus aktif dan Kota Probolinggo 190 kasus aktif.
Sementara itu, Anggota Satgas Covid-19 Jatim dr Makhyan Jibril Alfarabi menambahkan, terkait penambahan kasus Covid-19 memang terjadi untuk Jatim. Termasuk peningkatan Rate of Transmision. Namun, penambahan kasus aktif di Jatim masih berada di posisi ke empat di bawah DKI Jakarta sebanyak 1.298 kasus aktif baru, Jawa Barat 855 kasus aktif baru dan Jawa Tengah 917 kasus aktif baru. “Memang bertambah, tapi penambahan Jatim tidak tertinggi secara nasional,” pungkas Jibril. [tam]

Tags: