Cegah Penularan, RSUD Grati Miliki Alat Pemulasaraan Jenazah Covid-19

Petugas menunjukkan alat mesin pemulasaraan jenazah Covid-19 di RSUD Grati, Kabupaten Pasuruan.

Pasuruan, Bhirawa
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Grati, Kabupaten Pasuruan mempunyai dua alat mesin pemulasaraan (pemandi) jenazah Covid-19. Mesin pemulasaraan jenazah itu dinilai penting mengingat, pasien Covid-19 di RSUD Grati meninggal dunia, sedangkan proses pemulasaraan sebelumnya dilakukan di RSUD Bangil. “Saat ini, RSUD Grati sudah punya 2 alat mesin pemulasaraan jenazah Covid-19. Alat itu sudah difungsikan sejak sepekan yang lalu,” terang Direktur RSUD Grati, Drg Dyah Retno Lestari, Kamis (14/1).

Kinerja mesin pemulasaraan jenazah itu, kata Dyah, membantu dalam menghindari sentuhan fisik antara petugas dengan jenazah Covid-19. Sehingga bisa mencegah penularan virus Corona. Sedangkan bentuknya dirancang tertutup dengan dilengkapi pelindung kaca plus terdapat aliran air seperti pancuran. Air itu bisa mengenai seluruh permukaan kulit jenazah, mengalir dari segala arah.

Selain itu, mesin juga dilengkapi dengan alat yang bisa merubah posisi jenazah ke kanan dan ke kiri, tanpa kontak fisik secara langsung. “Mesin ini sangat melindungi terhadap penularan virus Corona. Alat berbentuk lingkaran untuk meratakan aliran air sehingga mengenai seluruh permukaan kulit jenazah,” jelas Dyah Retno Lestari.

Terdapat enam petugas laki-laki dan dua petugas perempuan yang bergantian melaksanakan tugas pemulasaraan. Selama pemulasaraan jenazah Covid-19, seluruh petugas diwajibkan memakai hazmat. Sedangkan selama pemulasaraan, keluarga almarhum atau almarhumah dilarang ikut memandikan, cukup melihat proses pemulasaran di ruang edukasi keluarga.

Termasuk pula disediakan TV layar datar yang menampilkan proses pemulasaraan jenazah Covid-19 melalui CCTV atau televisi sirkuit tertutup. “Ini dilakukan supaya keluarga juga terhindar dari penyebaran Covid-19. Tetap aman dan bisa melihat proses pemulasaraan jenazah melalui TV layar datar yang ada di ruangan,” jelasnya.

Sumber alat tersebut berasal dari pengadaan bersumber dari BTT (biaya tidak terduga) Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan. Penempatan alat itu ditempatkan di instalasi kamar jenazah yang letaknya di bagian belakang gedung RSUD Grati. “Penempatan alat ini jauh dari layanan utama. Kebetulan ini khusus pasien Covid-19, sehingga harus dipisah dan kami tempatkan di bagian belakang,” urai Dyah Retno Lestari.[hil]

Tags: