Cegah Penyebaran Covid-19, Pemkab Malang Bentuk Ratusan Kampung Tangguh

Mlijo Tangguh yang digelar warga Kelurahan Kalirejo, Kec Lawang, Kab Malang

Kab Malang, Bhirawa
Dengan masih terjadinya penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Kabupaten Malang, maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) kabupaten Malang terus melakukan upaya dalam penanganan dan pencegahannya. Sehingga masyarakat terus diminta pemerintah setempat agar mematuhi aturan protokol kesehatan.

Selain itu, Pemkab Malang dan Forkompinda juga membentuk ratusan Kampung Tangguh, dengan tujuan untuk mendorong masyarakat lebih tertib dan taat pada protokol kesehatan dilingkungannya. “Meski semua desa di Kabupaten Malang belum membentuk Kampung Tangguh, tapi kami telah memberikan apresiasi pada desa yang kini sudah membentuk Kampung Tangguh dengan dana swadaya masyarakat,” kata Bupati Malang HM Sanusi, Senin (22/6), kepada wartawan.

Untuk itu, masih dia katakan, dirinya terus mengajak masyarakat Kabupaten Malang untuk tetap waspada dan hati-hati terhadap Covid-19, karena virus ini tidak akan berhenti sampai kapan pun. Sehingga hal itu harus menjaga diri dan jangan sampai terkena Covid-19 yang salah satunya menggunakan masker jika keluar rumah. Serta sesering mungkin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, karena  
tangan merupakan sarana yang paling cepat menyebabkan penularan Covid-19.  

Menurut Sanusi, Kampung Tangguh yang sudah terbentuj di Kabupaten Malang telah memiliki keunggulan dan ketangguhan masing-masing ditengah pandemi Covid-19 ini. Sehingga dengan adanya Kampung Tangguh, masyarakat tetap berusaha dan beraktivitas untuk menunjang kehidupan. “Namun harus tetap memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan. Dengan harapan, masyarakat dapat menghindari diri dari Covid-19, serta tetap menjaga ketangguhannya dan eksis di bidang ekonomi,” tegasnya.

Selain sudah terciptanya Kampung Tangguh di Kabupaten Malang, jelas dia, juga ada masyarakat yang memiliki kreatifitas dalam mencegah penularan Covid-19. Seperti di Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Lawang Kabupaten Malang, yaitu membuat konsep Mlijo Tangguh. Sedangkan Mlijo Tangguh tersebut untuk mempertahankan ketahanan pangan warga di masing-masing desa dan kelurahan, dan antara pedangang dan penjual tetap memenuhi aturan protokol kesehatan.

“Dan Mlijo Tangguh tersebut diperuntukkan bagi warga yang terdampak Covid-19. Sehingga harga kebutuhan masak di dapur dijual sangat murah, dan harganya jauh dari pada harga umumnya,” kata Sanusi.

Sementara itu, Ketua Kampung Tangguh Keluruhan Kalirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang Sugeng Irawan mengatakan, jika Mlijo Tangguh merupakan ide dan kreatifitas warga Kelurahan Kalirejo ditengah pandemi Covid-19. Sedangkan konsep Mlijo Tangguh itu sendiri yakni untuk mempertahankan lumbung pangan warga, khususnya bagi warga yang tidak mampu. Dan konsep Mlijo Tangguh tersebut sama dengan Kampung Tangguh yaitu sama-sama menjalankan protokol kesehatan.

Sedangkan Mlijo Tangguh, jelas dia, diantaranya menjual bumbu, sayur segar, buah segar, tahu, tempe, ikan segar, daging sapi, dan ayam siap saji. Dan Mlijo Tangguh ini digelar setiap hari Minggu, karena jika dibuka setiap hari akan merusak harga pasar. Sehingga bahan dagangan yang dijual di Mlijo Tangguh, makanan yang bergizi. Karena semakin masyarakat memenuhi makanan bergizi, maka bisa meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh, sehingga tidak mudah terinveksi Covid-19. Dan untuk harga yang dijual di Mlijo Tangguh lebih murah jika dibandingkan di pasar.

Misalnya, lanjut Irawan, ikan bandeng biasanya dijual Rp 28 ribu per kilogramnya, di Mlijo Tangguh per ekor hanya dijual Rp 6 ribu. “Lalu harga sayuran per ikat hanya dijual Rp 1000, dan untuk satu potong tempe jika dijual dipasar Rp 3 ribu, namun di Mlijo Tangguh hanya Rp 1.500,” pungkasnya. [cyn]

Tags: