Cegah Putus Sekolah di Masa Pandemi, Baz Bantu Biaya Sekolah

Baznas Sidoarjo menyerahkan bantuan biaya pendidikan untuk pelajar yang ada di Desa Keboguyang Kec Jabon. [alikus]

Sidoarjo, Bhirawa
Supaya di masa pandemi Covid 19 tidak ada pelajar di Kota Delta yang putus sekolah, Baznas Sidoarjo turun tangan memberikan bantuan biaya pendidikan, mulai dari tingkat SD/MI hingga SMA/MA. Pelajar dari kalangan anak kaum dhuafa ini, selama 1 tahun pelajaran, biaya pendidikannya ditanggung Baznas Sidoarjo.
Menurut Kepala Bidang Administrasi Keuangan Perencanaan dan Pelaporan Baznas Sidoarjo, M Ilhamudin, sebenarnya bantuan biaya pendidikan sudah digulirkan sebelum terjadi masa pandemi Covid 19. Namun, pandemi Covid 19 membuat kondisi ekonomi kaum dhuafa semakin menurun. Baznas Sidoarjo sebagai mitra Pemkab dalam pengentasan kemiskinan, peduli dengan banyaknya angka kemiskinan dampak dari pandemi ini.
“Biaya pendidikan anak, sehingga kadang tidak bisa dipenuhi karena mereka lebih mengutamakan biaya hidup sehari – hari yang dirasa semakin berat,” komentar Ilhamudin, Selasa (14/9) kemarin.
Bantuan sosial ini, menurut Ilham, diserahkan hampir merata di 18 kecamatan di Kab Sidoarjo. Namun, dari data yang ada bantuan biaya pendidikan ini banyak untuk pelajar yang duduk di tingkat SD/MI dan SMP/MTs. Belum lama ini, pihaknya menyerahkan bantuan biaya pendidikan untuk pelajar yang duduk mulai di tingkat SD/MI sampai SMP/MYs di Desa Keboguyang, Kec Jabon. Totalnya ada 40 orang pelajar.
“Bantuan pendidikan ini karena pendapatan orang tua mereka semakin menurun. Sehingga biaya pendidikan untuk anak – anaknya menjadi terganggu. Kita tahu sendiri, wilayah sana memang masih termasuk dalam zona merah kemiskinan di Kab Sidoarjo,” jelas Ilham.
Namun, bantuan biaya pendidikan juga tetap akan diberikan meski di wilayah tengah kota Sidoarjo, dengan catatan mereka benar – benar termasuk dalam kelompok kaum dhuafa.
Dari catatan pihak Baznas Sidoarjo, sejak awal Bulan September 2021, pihaknya sudah menyalurkan dana bantuan sebesar Rp200 jutaan. Di dalamnya ada bantuan biaya pendidikan, bantuan biaya hidup bagi kaum dhuafa dan bantuan biaya kesehatan bagi kaum dhuafa.
Bantuan biaya pendidikan, diakui Ilhamudin, memang tidak diberikan kepada orang tua pelajar yang bersangkutan. Namun diberikan langsung kepada pihak sekolahan. Pertimbangannya, kalau diberikan kepada orang tua pelajar, dikhawatirkan bantuan biaya pendidikan itu masih digunakan untuk keperluan lainnya. [kus]

Tags: