Cegah Radikalisme, Bakesbangpol Bentuk Tim Penyuluh Terpadu

Pemprov, Bhirawa
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jatim bersama Polda Jatim membentuk Tim Penyuluh Terpadu Anti Radikalisme. Tim ini dibentuk guna meminimalisir potensi aksi radikalisme dan terorisme di Jatim. Seperti diketahui, pada Minggu (13/5/2018) lampau, Surabaya digemparkan dengan aksi bom bunuh diri di sejumlah gereja di kota Pahlawan ini.
Kepala Bakesbangpol Jatim, Jonathan Judianto mengatakan, pelatihan pada Tim Penyuluh Terpadu Anti Radikalisme diharapkan mampu melengkapi pemahaman anggota akan bahaya radikalisme dan terorisme.
Salah satu materi yang akan disampaikan adalah soal cara deteksi ini pada kelompok atau orang yang berpotensi melakukan aksi terorisme. “Nantinya, para peserta pelatihan ini akan mendapatkan sertifikasi dari kami,” ujar Jonathan usai membuka acara, Selasa (10/12) kemarin.
Sementara, Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Djamaludin mengatakan, anggota Tim Penyuluh Terpadu Anti Radikalisme berjumlah 220 orang. Mereka terdiri dari Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Polda Jatim dan jajaran serta organisasi masyarakat (ormas) dan juga organisasi non pemerintah yang lain.
Bahkan, sejumlah dosen perguruan tinggi juga dilibatkan dalam tim ini. “Dengan tim ini, kami ingin mengurangi ego sektoral masing-masing. Sehingga masalah radikalisme bisa diatasi dengan baik,” katanya. [geh]

Tags: