Cerita Bupati Jombang yang Pernah Terpapar Covid-19

Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab saat mengikuti sebuah wawancara. Bupati Jombang ini menjadi salah satu kepala daerah di Jatim yang positif Covid-19 dan dinyatakan sembuh.

Bermula dari Jadwal Padat, Semangat Menjadi Modal Awal Agar Bisa Sembuh
Kab Jombang, Bhirawa
Sejumlah kepala daerah di Jatim dinyatakan positif terpapar virus corona atau Covid-19. Salah satunya adalah Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab. Setelah melewati perjuangan sulit, akhirnya Bupati Mundjidah Wahab dinyatakan sembuh dari virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok tersebut. Bahkan, Mundjidah Wahab telah kembali menjalani aktifitas kedinasannya sebagai Bupati Jombang.
Sebelum positif Covid-19, Bupati Jombang mengatakan, aktifitas yang dijalani cukup memforsir tenaganya. Dimulai dari cuti pada 28 Oktober 2020 yang lalu, dirinya mengikuti kegiatan Rakernas Muslimat NU di Batu, Malang selama empat hari. Acara tersebut juga dihadiri oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.
“Saya penutupannya tidak ikut, saya pulang, hari Minggu sore saya berangkat ke Solo. Jadi Minggu pagi pulang, sorenya berangkat ke Solo,” ujar Bupati Mundjidah Wahab.
Setelah menghadiri acara Diklat yang diselenggarakan oleh BKDPP (Badan Kepegawaian Daerah Pendidikan dan Pelatihan) Kabupaten Jombang, Bupati Jombang kemudian melanjutkan acara dengan DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Jombang selama dua hari.
“Setelah dari situ, kita ada silaturrahim keluarga di Jogja (Jogjakarta). Habis dari Jogja saya balik ke Jombang, persiapan untuk presentasi tentang RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) di Jakarta,” sambung Bupati Jombang.
Kemudian aktifitas bupati pun berlanjut dengan menghadiri acara presentasi RTRW di Jakarta bersama Wakil Bupati (Wabup) Jombang dan juga Ketua DPRD Kabupaten Jombang.
Setelah melakukan presentasi RTRW di Jakarta itu, Bupati kemudian kembali ke Jombang untuk persiapan mengikuti acara presentasi pelayanan publik. Setelah selesai acara ini, kemudian Bupati merasakan badannya menjadi lemah. Saat itu dia mengira hal tersebut disebabkan dirinya kurang sehat ataupun kecapekan.
“Saya tidak ada batuk, tidak ada pilek, tidak pula ada pusing. Cuma agak kurang istirahat itu saja, makannya kurang cukup. Nah setelah itu saya di swab dari RSUD, persisnya itu tanggal 13 November 2020, harinya Jumat. Kemudian sore ada kepastian saya positif,” beber Bupati Jombang.
Bupati menceritakan, ketika dinyatakan positif Covid-19 dari hasil tes swab, dihadapinya dengan tanpa takut. Kemudian ia pun menjalani isolasi mandiri di rumah dinas selama 10 hari. Selama menjalani isolasi mandiri ini, masih juga ada perkembangan yang signifikan, kemudian ia pun meminta diisolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo, Surabaya.
Menurut pengalaman Bupati Jombang, ruang isolasi pasien Covid-19 di RSUD Dr Soetomo, Surabaya ini juga dibagi beberapa katagori pasien. Mulai dari yang ringan, sedang, hingga berat. “Nah, saya termasuk yang ringan. Jadi saya masuk di RSUD Dr Soetomo, langsung di swab juga hari Selasa tanggal 24 (November 2020). Memang positif di sana,” papar Bupati Jombang.
Selain itu, dikatakannya, screening paru-paru yang dijalaninya dari Jombang sudah dinyatakan bersih. Di RSUD Dr Soetomo, Surabaya juga dilakukan foto paru-paru. Pengambilan foto paru-paru ini dilakukan sehari sebelum pasien menjalani tes swab. “Swab di RSUD Dr Soetomo 5 hari sekali. Jadi saya lama ya nunggu ini,” kata Bupati Jombang.
Kemudian dikatakannya, hasil tes swab yang dijalaninya di RSUD Jombang pada hari Senin (14/12) pada sekitar pukul 10.15 WIB, pada sore harinya pada pukul 15.30 WIB, sudah keluar hasilnya, dan Bupati Jombang dinyatakan telah negatif Covid-19.
“Alhamdulillah. Jadi, dengan demikian, maka yang penting, kita semua tetap istirahat yang cukup, makan cukup, olahraga itu tetap, dan pakai Protokol Kesehatan, ini wajib,” kata Bupati menandaskan.
Sebagai orang yang pernah dinyatakan positif Covid-19, untuk menghadapinya, semangat merupakan modal awal agar bisa menjadi sembuh.
“Harus semangat kita melawan Covid-19 ini, dan betul-betul memang Covid itu ada. Kita harus semangat, artinya semangat itu tidak boleh kecil hati, tidak boleh (merasa) susah, tidak ‘mikir’ apa-apa, pokoknya kita semangat aja dulu,” kata Bupati.
Selain bermodal semangat, mengikuti petunjuk dokter juga merupakan hal penting agar kemudian bisa sembuh dari Covid-19 hingga tetap menerapkan Protokol Kesehatan.
“Dan doa juga penting. Alhamdulillah saya didoakan oleh masyarakat Kabupaten Jombang, ibu-ibu, baik Aisyiyah, Muslimat, Fatayat, semua elemen masyarakat berdoa agar supaya kesehatan saya segera pulih kembali,” kata Bupati Jombang lagi.
Dan pada 8 Desember 2020, lanjut Bupati, dirinya pun sudah diizinkan pulang ke Jombang oleh dokter RSUD Dr Soetomo, Surabaya. “Dan 5 hari setelah itu, kemudian di swab oleh RSUD, dan hasilnya sudah negatif,” tandas Bupati Mundjidah Wahab.
Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat Kabupaten Jombang yang telah berdoa untuk keselamatan dan kesehatannya.
Sementara itu, Direktur RSUD Jombang, Pudji Umbaran membenarkan bahwa kondisi Bupati Mundjidah Wahab telah sehat. Hasil tes swab yang dilakukan Bupati Jombang di RSUD Jombang pada Senin (14/12) pada sekitar pukul 10.00 WIB kemudian hasilnya bisa diketahui pada sekitar pukul 15.00 WIB. “Jam 3 (sore) keluar hasil, dan negatif sudah,” jelas Pudji Umbaran.
Sehingga kata dia, pihaknya pun mengeluarkan surat yang menyatakan kesembuhan Bupati Jombang maupun hasil tes swab yang menyatakan bahwa Bupati Jombang dinyatakan negatif Covid-19. Meskipun Bupati Jombang telah sehat dan telah dinyatakan negatif Covid-19, Pudji Umbaran tetap mengimbau agar seluruh warga Kabuapaten Jombang tetap bijak untuk melaksanakan Protokol Kesehatan.
Hal tersebut sambung Pudji Umbaran, karena ada orang-orang yang terjangkit virus yang terkadang tanpa gejala maupun memiliki gejala ringan. Dan semuanya berpotensi menularkan virus ketika Protokol Kesehatan tidak dipenuhi. “Semuanya tanpa kecuali, harus betul-betul melaksakan Protokol Kesehatan dengan penuh kesadaran. Semuanya, tanpa kecuali,” pungkas Pudji Umbaran. [Arif Yulianto]

Tags: