Cetak Juara dan Ajari Berwirausaha

Selain membina atlet silat, Ketua PSHT Surabaya, Aliadi Ika juga memberikan ilmu wirausaha kepada atlet untuk modal masa depan. [wawan triyanto/bhirawa]

Selain membina atlet silat, Ketua PSHT Surabaya, Aliadi Ika juga memberikan ilmu wirausaha kepada atlet untuk modal masa depan. [wawan triyanto/bhirawa]

(Aliadi Ketua PSHT Surabaya)
Surabaya, Bhirawa
Perguruan Perguruan Pencak Silat Persaudaran Setia Hati (PSH) Terate menjadi salah satu perguruan yang tidak pernah absen mengirimkan atletnya untuk membela Kontingen Jatim di Pekan Olahraga Nasional (PON). Bahkan beberapa atletnya berhasil meraih juara di tingkat nasional maupun internasional.
Saat ini tercatat tiga pesilat PSH Terate juga menjadi penghuni Pusltada Jatim yang dipersiapkan di PON 2016. Yaitu Hariono, Pranoto dan Kurniati. Bahkan Pranoto berhasil meraih juara dunia ke 14 tahun 2010 di Jakarta.
Ketua PSHT Surabaya, Dr Aliadi Ika mengaku bangga dengan prestasi yang diraih para atletnya. Namun ia berharap para pesilat tidak hanya bisa meraih prestasi diatas gelanggang, tapi juga bisa memberikan sumbangsih terhadap pembangunan seperti berwirausaha dan membuka lapangan kerja.
Ia juga mengaku sedih jika mendengar anak didiknya terlibat perkelahian di beberapa wilayah. “Soal itu saya anggap resiko karena memiliki banyak anggota dari banyak lapisan masyarakat. Tapi tidak semua berita itu benar, penyebab perkelahian juga macam-macam,” kata Aliadi.
Memang, stigma negatif itu tidak seluruhnya benar. Sejak awal tahun 2013, Aliadi Ika sudah banyak melakukan terobosan baru bagi para pesilatnya. Tidak hanya mengajari ilmu bela diri, tapi juga mendidik pesilat untuk berwirausaha. “Saya sempat selalu mematikan HP kalau malam, karena ada saya laporan yang berkelahi, bikin jantungan. Tapi akhirnya saya harus berbuat sesuatu, untuk merubah stigma itu, ” katanya.
Bebarapa pesilat PSH Terate kini banyak terlibat kegiatan usaha.”Kita sesuai dengan bakat mereka. Pertama saya belikan mesin sablon dan sudah berjalan. Kita juga punya beberapa angkot, persewaan sound sistem, warung kopi juga ada.  Semua usaha dijalankan anak-anak, ” ujar pria kelahiran Surabaya, 27 April 1952 ini.
Ke depan,  Pria yang meraih penghargaan sebagai pembina olahraga SIWO-PWI Jatim Award 2014 ini juga sudah mulai merintis usaha bengkel, “Kita sedang cari anak-anak yang punya bakat dan akan kita didik. Jika memang sudah bisa, kita bukakan bengkel. Memang biayanya mahal, tapi  kita terus berusaha memafasilitasi kegiatan yang positif, ” ucapnya pria yang sudah 30 tahun berkiprah di dunia pencak silat ini.
Dari sisi prestasi, mantan Direktur RS Jiwa Menur itu juga ikut andil besar dalam melahirkan pesilat handal. Empat diantaranya tampil di Sea Games 2012, yaitu Pranoto, M Yusuf, Hamdani dan Romdhon. Selain itu, tujuh pesiltanya juga tampil membela Jatim di  PON XVIII Pekan Baru, Riau 2012. “Kita ingin menjadikan perguruan silat ini bukan hanya bela diri tapi sebagai ajang silahturahmi, komunikasi dan kesejahteraan anggota, ” tandasnya. [wwn]

Rate this article!
Tags: