Cindy Kariniya Utami, Mahasiswi AKN Situbondo Peraih IPK Tertinggi

Cindy Kariniya Utami (tengah) usai mengikuti prosesi wisuda bersama Koordinator AKN Situbondo Kumudawati serta jajaran rektorat. [sawawi]

Rajin Belajar Malam Hari, Ingin Melanjutkan Kuliah Kejenjang Lebih Tinggi
Kab Situbondo, Bhirawa
Satu-satunya kampus negeri yang ada di Kota Santri Situbondo, Akademi Komunitas Negeri (AKN) melaksanakan wisuda angkatan ke-7, Sabtu (12/12) lalu. Di tengah acara yang berjalan sakral itu tidak begitu ramai, karena prosesi wisuda digelar sesuai protokol kesehatan (prokes). Selain undangan dibatasi, orang tua wisudawan dan wisudawati hanya diwakili oleh segelintir wali murid.
Mendekati akhir acara wisuda, mendadak suasana riuh karena protokoler wisuda membacakan nama wisudawan-wisudawati peraih IPK Tertinggi. Saat itu, nama Cindy Karina Utami ikut dibacakan sebagai peraih IPK tertinggi pada Program Studi Manajemen Informatika.
Cindy panggilan karibnya-berhasil lulus dengan nilai terbaik karena mampu meraih IPK 3,90. Mendadak suasana dan tepuk tangan pecah dari wisudawan dan wisudawati di lantai II Pemkab Situbondo. “Alhamdulillah,” sahut Cindy dari kejauhan.
Setelah didekati tanpa sengaja mata Cindy mulai berkaca-kaca. Perasaannya tampak bercampur aduk, antara senang, bahagia, percaya dan tidak percaya. Cindy mengaku sangat kaget ketika panitia wisuda membacakan nama dirinya sebagai peraih IPK tertinggi di kampus AKN Situbondo.
“Saya benar-benar tidak menyangka. Sebab setahu saya masih ada beberapa teman yang juga berprestasi di jurusan yang sama. Ini patut disyukuri,” ujar Cindy.
Anak pertama dari tiga bersaudara itu mengaku, sejak menimba ilmu D-2 di AKN Situbondo ada banyak temannya yang lebih pantas untuk dinobatkan sebagai wisudawan terbaik. Karena itu, dia merasa, prestasi membanggakan tersebut tak percaya ia terima di tengah wisuda kemarin lusa.
“Benar benar tak menyangka dan saya merasa kaget. Meski sebelumnya sudah mendengar ada selentingan, tapi baru percaya setelah nama saya disebut saat hari wisuda,” ujar Cindy.
Menurut Cindy, raihan prestasi tersebut tidak lepas dari doa orang tua dan bimbingan para dosennya. Jika bukan karena mereka, Cindy sangat yakin, dirinya tidak akan bisa meraih prestasi menggembirakan tersebut.
“Bagi saya orang tua adalah segalanya. Saya bisa sukses selain bimbingan orang tua juga karena ilmu dari para dosen,” aku wanita berparas ayu asli Desa Tanjung Kamal, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo itu.
Dalam pandangan Cindy, sebuah prestasi itu akan diraih jika ada konsistensi dalam menuntut ilmu. Untuk itu, papar Cindy, prestasi yang mampu mengharumkan namanya itu akan diperuntukkan bagi kedua orang tuanya, Masduki-Winda Royati. Wanita kelahiran 21 November 2000 itu, kedua orang tuanya memiliki peran yang besar atas prestasi yang sudah ia raih. “Kedua orang tua saya sudah berjuang keras mulai dari kecil hingga mampu lulus D-2 AKN Situbondo ini,” ulas Cindy.
Kedua orang tuanya, masih kata Cindy, selalu ikhlas menyediakan biaya saat ia bertekad melanjutkan pendidikan hingga lulus dari bangku perguruan tinggi negeri. Keduanya juga tidak pernah mengeluh atas semua kebutuhan semasa kuliah. Bahkan, katanya, kedua orang tua selalu memberikan motivasi tanpa henti. “Meski orang tua saya seorang pedagang, motivasi untuk meraih prestasi tak pernah padam,” jelasnya.
Untuk mewujudkan cita-citanya, Cindy punya kebiasaan belajar pada malam hari. Dia mengaku, untuk bisa menyerap ilmu hingga tuntas ia butuh suasana yang tenang tanpa keramaian. Kebiasaan itu dia lakukan sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Bahkan, selalu mengulangi pelajaran pada malam hari ini sudah menjadi kebiasaan Cindy hingga saat ini. “Ya harus rajin belajar kalau mau meraih prestasi,” ujarnya.
Cindy usai mengikuti wisuda punya rencana untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Bisa ke D-3, D-4 atau S-1. Menurutnya, saat ini masih banyak yang harus dipelajari agar ilmu yang dimiliki terus tumbuh dan berkembang. Kata Cindy, dirinya bertekat melanjutkan kuliah kembali karena didorong oleh kedua orang tuanya. “Ya saya memilih untuk tidak bekerja dahulu. Saya lebih sreg untuk melanjutkan kuliah,” papar Cindy.
Cindy menerangkan, untuk mencapai sukses ada satu kunci yakni tidak pernah berhenti belajar. Dengan mencari pengetahuan sebanyak mungkin, kadar keilmuan akan bisa terus bertambah sehingga dapat memberikan manfaat yang besar bagi orang lain.
Cindy mengatakan, saat ini banyak sumber yang bisa dimanfaatkan untuk bisa menambah ilmu pengetahuan. “Sangat mudah mencari informasi diera tehnologi saat ini. Bahkan tidak sulit asal ada kemauan untuk mengembangkan ilmu,” imbuh Cindy.
Ketika ditanya judul skripsinya, sehingga menarik dosen untuk memberi nilai terbaik, Cindy mengaku memilih judul “Aplikasi Peminjaman Kendaraan Dinas di Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Situbondo”. Dalam kacamata Cindy, di Disperdagin Kabupaten Situbondo tersedia sebuah aplikasi khusus untuk peminjaman mobil dinas (mobnas).
“Saat saya mengikuti PKL di Disperdagin Situbondo selalu mengamati ada sebuah aplikasi namun sedikit ada kendala. Saya tertarik untuk ikut andil mengembangkan. Lalu diambillah keputusan untuk menjadikan sebuah judul skripsi,” tegas Cindy.
Koordinator AKN Situbondo, Kumudawati mengaku angkat topi atas prestasi yang diraih Cindy dalam wisuda terakhir angkatan ke-7 akhir pekan kemarin. Kumudawati mengaku bangga karena alumni AKN Situbondo sudah banyak ditunggu berbagai perusahaan karena sudah siap kerja.
“Ya di kampus AKN Situbondo memang didesain untuk mencetak tenaga siap berkompetisi dan siap kerja. Termasuk Cindy ini tercatat sebagai mahasiswi yang berprestasi. Jadi sangat mudah untuk mencari pekerjaan,” pungkas Kumudawati. [sawawi]

Tags: