Cinta Sejarah dan Berusaha Melestarikan Sejarah Melalui Penelitian

Luluk Masruroh MPd

Luluk Masruroh MPd
Bermula dari hobi traveling sejak remaja, yakni senang mengunjungi tempat – tempat yang unik, situs – situs yang bersejarah. Hingga membuat Luluk Masruroh MPd warga Desa Sepande Candi Sidoarjo ini akhirnya cinta terhadap sejarah. Waktu kuliah pun, memilih jurusan pendidikan sejarah, dan kini menjadi guru sejarah di SMAN 4 Sidoarjo.
Luluk tidak ingin generasi sekarang melupakan sejarah, karena di dalamnya terdapat nilai – nilai budi pekerti yang baik. Dengan mengenali masa lampau, generasi muda akan mempunyai pemikiran yang positif dan bijak di masa yang akan datang.
“Jadi, mengenal sejarah bangsa itu, juga akan memperkuat bangsa,” tegas Luluk, saat ditemui, pada Kamis (21/1) kemarin.
Sebagai Guru Inti Kurikulum K13 tahun 2013 ini, tidak ingin generasi muda sekarang meninggalkan sejarah. Maka dalam melestarikan sejarah, dirinya mengajak kepada para siswa untuk melakukan penelitian tempat – tempat dan benda – benda bersejarah.
“Dengan mereka datang ke situs – situs secara otomatis ikut melestarikan cagar budaya. Dan, hasil penelitiannya juga pernah lolos dalam acara lawatan ditingkat Jawa Timur, yang diikutkan ke lawatan berikutinya,” terang Bu Luluk yang pernah menjadi wakil Jawa Timur dalam kegiatan Kesejarahan oleh Direktorat Sejarah Kementrian Pendidikan RI 2014-2016.
Dalam kondisi pandemi Covid 19 ini, proses pembelajaran dilakukan secara Daring, sehingga siswa-siswa yang berada di kawasan 3T (Tertinggal, Terdalam dan Terluar) tidak bisa melakukan pembelajaran secara Daring terkendala sarana dan prasarananya.
“Makanya, tergerak membuat modul pembelajaran, yang mudah untuk dipelajaran para siswa. Di tahun 2020 kemarin juga menjadi penulis Modul di Direktorat PSMA Kementrian Pendidikan RI,” jelasnya Luluk.
Saya berharap, dengan modul yang saya buat dengan teman-teman dari seluruh Indonesia di Direktorat PSMA itu, bisa menjadi salah satu bahan ajar yang berguna bagi anak-anak Indonesia.
“Meskipun mereka tidak bisa belajar dengan Daring, tapi masih bisa belajar dengan menggunakan modul yang kami buat. Sehingga pembelajaran dapat terlaksana dengan baik pula,” harapnya.
Bercita – cita menjadi guru sejak kecil ternyata juga banyak suka dukanya. ”Mengajar sejarah harus berjuang menyajikan materi dengan model – model pembelajaran yang menarik, agar siswa perhatian terhadap pembelajaran sejarah disaat mereka mulai jenuh di jam dua terakhir. Sukanya bisa berbagi ilmu pengetahuan, dan ikut mencerdaskan anak bangsa, melalui pelestarian serta mewariskan budaya yang ada di Indonesia dengan mengajak siswa meneliti situs sejarah yang ada di sekitar kita,” tandas Bu Luluk. [ach]

Tags: