Coklit Data Pemilih Pilkada, KPU Libatkan Ribuan Petugas PPDP

Komisoner KPU Situbondo Imam Nawawi saat menjelaskan tehnis pelaksanaan coklit oleh ribuan petugas PPDP kepada sejumlah wartawan. [sawawi/bhirawa]

Situbondo. Bhirawa
Mendekati pelaksanaan pilkada serentak pada 9 Desember 2020 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Situbondo mengerahkan sedikitnya 1.270 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang tersebar se Situbondo. Yang unik para petugas tersebut bekerja dengan mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Saat mendatangi rumah warga semua petugas memakai APD (alat pelindung diri) secara lengkap. Misalnya saja memakai face shild, sarung tangan serta ban tangan.

Menurut Imam Nawawi, Komisioner KPU membidangi Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partispasi Masyarakat dan SDM, para petugas PPDP dilengkapi APD untuk mencegah penularan Covid 19. Sebelum melakukan pencocokan dan penelitian (coklit), aku Imam Nawawi, para petugas sudah mengikuti rapid test yang terbagi dalam tiga titik loaksi.

“Ini untuk memastikan ada tidaknya petugas yang suspek virus Corona. Saat PPDP datang ke rumah warga, tidak dibolehkan bersalaman dan hanya ditemui di teras rumah,” ujar Imam Nawawi.

Imam Nawawi menambahkan, agar tahapan kegiatan coklit tepat sasaran, KPU Situbondo mengawali dengan sistem coklit figur publik. Artinya, sebut Imam Nawawi, dengan memberi contoh coklit figur publik, masyarakat secara umum akan mengikuti saat didatangi petugas PPDP.

“Tiap titik kami menggunakan coklit figur publik. Misalnya mencoklit Bupati, Wabup dan Sekda. Atau bisa mencoklit figur kiai, tokoh pemuda atau tokoh masyarakat, sehingga begitu masyarakat tahu akan mengikuti proses coklit oleh PPDP, akan mengikuti dengan baik,” jelas Imam Nawawi.

Sementara itu salah satu petugas PPDP di wilayah barat Situbondo mengaku, ada beberapa warga yang terpaksa menutup pintu rumah karena mengira yang datang adalah para petugas Satgas Covid-19. Kemungkinan besar, lanjutnya, warga khawatir karena semua penyelenggara termasuk Bawaslu yang ikut rombongan petugas PPDP saat melakukan coklit menggunakan APD secara lengkap.

“Saat baru nyampek dirumah warga, pemilik rumah langsung menutup pintu. Setelah dijelaskan maksud kedatangan kami, baru mereka membuka pintu rumahnya,” jelas petugas PPDP yang minta namanya tidak ditulis.

Terpisah Ketua KPU Kabupaten Situbondo, Marwoto menimpali pelaksanaan coklit data pemilih berlangsung sejak 15 Juli hingga 13 Agustus 2020 mendatang. Kegiatan tahapan ini, ujar Marwoto, dalam rangka untuk mamastikan warga Situbondo sudah terdaftar secara keseluruhan.

“Semua tentang tahapan pilkada bisa dilihat di link lindungihakpilihmu.kpu.go.id. Semua informasi terurai dengan jelas dalam link tersebut,” pungkas Marwoto. [awi]

Tags: