Covid-19 Melonjak, Wali Kota Probolinggo Terbitkan Surat Edaran Baru

Wali kota Hadi ikut operasi yustisi dengan melihat pelaksanaan swab di tempat.[wiwit agus pribadi/bhirawa]
Dengan Operasi Yustisi Masyarakat Belum Disiplin

Kota Probolinggo, Bhirawa
Selama dua bulan terakhir, pasien terkonfirmasi Covid 19 di Kota Probolinggo begitu drastis. Untuk mencegah dan mencegah penyebaran Covid 19, Wali Kota Hadi Zainal Abidin menerbitkan surat edaran baru dan menyosialisasikan kepada masyarakat melalui live streaming medsos Pemerintah Kota Probolinggo dan rapat zoom, Sabtu (19/12) petang.

Menurut Wali Kota Habib Hadi, kebijakan dikeluarkan untuk melindungi dan menjaga masyarakat Kota Probolinggo dari penyebaran Covid 19. “Bersama dengan forkopimda, kami berupaya dan berusaha semaksimal mungkin mendorong angka penyebaran Covid 19 karena Kota Probolinggo masuk dalam zona merah lagi,” terangnya.

Surat edaran nomor 066/5647 / 425.106 / 2020 tersebut ditujukan kepada pengelola, pemilik, pelaku ekonomi, pelaku usaha di toko modern, swalayan, mal, kafe, restoran, kuliner, toko kelontong serta kuliner UMKM (PKL). Poin pertama, kembali memberlakukan jam operasional buka pada pukul 07.00, tutup pukul 20.00 kecuali apotik dan pelayanan kesehatan tetap buka seperti biasa.

Kedua, penanganan penanganan COVID 19 yaitu penyemprotan disinfektan (cairan pembersih) secara berkala pada lingkungan tempat usaha masing-masing. Kemudian mewajibkan pengelola dan pengunjung menggunakan masker menjaga jarak antar pengunjung minimal satu meter. Menyediakan tempat tangan di depan pintu masuk, mengukur suhu tubuh jika ditemukan pengunjung bersuhu di atas 37 derajat tidak cuci memasuki area.

Poin ketiga, restoran, kafe, sentra UMKM / PKL untuk tidak menerima pengunjung makan di tempat ( makan di dalam ), hanya melayani bungkus (pesan antar / pengiriman ) atau dibawa pulang ( dibawa pulang ).

Di dalam SE tersebut, semua pihak yang berhubungan untuk berkoordinasi dengan instansi terkait atau menghubungi call center 112. SE sejak tanggal perjanjian sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan, menunggu perkembangan dan kebijakan lebih lanjut.

Dengan SE ini maka SE Wali Kota Probolinggo nomor 066/1699 / 425.106 / 2020 tanggal 8 April dicabut dan tidak ada terbit lagi. Bagi pelaku ekonomi / usaha patungan ternyata melanggar ketentuan SE akan ditindak oleh satgas Covid 19 Kota Probolinggo.

“Mudah-mudahan dapat menerapkan dan menerapkan karena kebijakan ini semata-mata untuk mencegah Covid 19 di wilayah Kota Probolinggo. Tentunya, ini membutuhkan komitmen bersama untuk saling menjaga satu sama lain. Mustahil hanya dari sisi pemerintah saja untuk mengatasi dan mencegahnya, “jelas Wali Kota Habib Hadi, dalam rilis yang juga dihadiri wakapolresta, kasdim, sekda dan jajaran OPD yang terkait.

Kebijakan ini harus diambil setelah operasi yustisi yang dilakukan tetapi masih masyarakat belum disiplin. “Saya berharap warga kota untuk menjaga diri, menyimpan protokol kesehatan. Tanpa itu semua, mustahil bisa menerapkan protokol kesehatan, “sambung Habib Hadi.

Selain pencegahan jam operasional, para pelaku usaha juga diwajibkan menggunakan sarung tangan saat memegang alat, membungkus dan menyiasati menerima pembayaran atau yang lebih steril. Pelaku usaha harus disiplin, bersin dan membuat pelanggan nyaman dan yakin kebersihan dari apa yang dibeli, terutama makanan

Lebih lanjut wali kota Hadi meminta kepada masyarakat untuk selalu disiplin menjalankan 3 M, yakni tetap memakai masker, menjaga jarak, dan sering mencuci tangan. Warga yang memiliki usaha kuliner diimbau tidak menyediakan kursi untuk pembeli dan diharapkan berdagang dengan sistem take away. “Sebentar lagi ada momen besar, yaitu libur Natal dan Tahun Baru atau Nataru. Masyarakat diimbau untuk menunda pergi ke tempat tempat wisata demi kesehatan kita semua,” katanya.

Dia menambahkan, Pemkot Probolinggo bersama Kodim 0820 dan Polres setiap hari dari pagi, siang, dan malam, terus-menerus memberikan pemahaman pentingnya menjalankan protokol kesehatan (prokes) dan operasi yustisi ke masyarakat. Namun, bila tanpa dimbangi dengan kesadaran masyarakat, tentu tidak akan menghasilkan seperti yang diharapkan. “Ayo bersama-sama disiplin menjalankan protokol kesehatan agar usaha kita mencegah penularan Covid-19 sesuai dengan yang kita harapkan,” terangnya.

Pemkot Probolinggo benar-benar menerapkan swab di tempat untuk warga yang kedapatan melanggar protokol kesehatan (prokes). Sabtu (19/12) malam swab di tempat bagi warga yang tidak bermasker mulai dilakukan. Swab di tempat itu didahului dengan operasi yustisi gabungan, sekitar pukul 20.00. Semua pihak dilibatkan di bawah koordinasi Satpol PP Kota Probolinggo. Bahkan, Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainul Abidin ikut operasi yustisi besar-besaran tersebut.

Operasi dipusatkan di bundaran Gladak Serang. Sasarannya tidak hanya warga yang tidak menggunakan masker. Namun, juga warga yang berkerumun dan melakukan konvoi. “Kami tidak hanya menindak warga yang tidak bermasker. Tapi semua warga yang tidak patuh protokol kesehatan. Seperti berkerumun juga akan ditindak, “teriak seorang petugas Satpol PP saat operasi. Swab di Tempat, 2 Positif: 1 Warga Dringu-1 Warga Sumber Taman.

Puluhan warga tidak bermasker yang melintas di Gladak Serang pun diamankan petugas. Mereka didata oleh petugas Satpol PP, lalu kartu identitas diri diamankan. “Warga ini rata-rata sudah bawa masker, tapi tidak dipakai. Ada yang dipasang didagu. Ada yang disimpan di saku, “ujar Kasatpol PP Kota Probolinggo Agus Efendi.

Setelah didata, mereka diberi masker oleh petugas. Kemudian, digiring untuk melakukan swab antigen di kantor Dispendukcapil Kota Probolinggo. Sebelum tes swab antigen, mereka harus memeriksanya terlebih dahulu. Baru diarahkan pada dua petugas medis yang menggunakan Alat Pelndung Diri (APD) lengkap untuk diambil cairan hidungnya.

Wali Kota Habib Hadi menjelaskan, operasi yustisi terus dilakukan secara rutin. Namun, faktanya di lapangan pasien positif Covid-19 terus kembalikan. “Swab acak ini dilakukan karena masyarakat tidak dikontrol dengan operasi yustisi yang biasa. Malam ini sekitar 40 orang tertangkap tidak pakai masker. Mereka semua antigen diswab, “paparnya.

Bagi yang sehat dan hasilnya negatif akan dipulangkan setelah mendapat imbauan. Untuk yang reaktif akan langsung dibawa untuk mendapat perawatan. Termasuk dikarantina. Untuk itu, petugas Satpol PP telah menyiapkan ambulan. Termasuk petugas pengawalan untuk membawa warga yang reaktif atau antigen usap positif, tambahnya.(Wap).

Tags: