Covid-19 Mengancam, Selamatkan Anak Kita

Oleh :
Dede Nasrullah
Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya, Mahasiswa Doktor Public Health Universitas Airlangga

Media sosial hari ini dipenuhi dengan berita dan informasi mengenai covid pada anak meningkat secara signifikan, dimana dengan adanya era baru ini semua masyarakat dituntut untuk dapat berdapatasi di tengah- tengah permasalahan virus corona yang sampai saat ini jumlah di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Kalau kita perhatikan data sampai saat ini 30/06/2021 jumlah covid di Indonesia tembus diangka 21.807 dimana mengalami penambahan yang cukup siginifikan, sedangkan pasien yang sembuh sebanyak 10.807 dan yang meninggal 467 kasus. Data nasional saat ini menunjukkan kasus COVID-19 pada anak usia 0-18 tahun, yakni 12,5 persen. Artinya 1 dari 8 kasus (COVID-19 di Indonesia) ini adalah anak. Kedua, data IDAI menunjukkan case fatality rate-nya 3-5 persen. Tentu dengan peningkatan jumlah yang siginfikan ini menjadi pertanyaan dan intropeksi bagi kita semua, mengapa di Indonesia terjadi peningkatan yang sangat signifikan?apakah kita semua abai dengan protokol kesehatan?

Dari total kasus positif Covid-19 nasional saat ini, 12,5 persen dikontribusikan anak usia 0 hingga 18 tahun. Ini menunjukkan, satu dari delapan kasus positif Covid-19 di Indonesia merupakan anak. Jika dilihat dari data provinsi 17 Juni 2021, DKI Jakarta mencatat angka penambahan kasus positif Covid-19 cukup tinggi pada anak. Dalam sehari, ada peningkatan 661 anak terjangkit Covid-19. Dari jumlah tersebut, 144 di antaranya usia balita (bawah lima tahun).

Dari beberapa penelitian menyebutkan, varian-varian baru virus Covid-19 memiliki daya penularan lebih tinggi dibanding virus Covid-19 awal. Dari empat varian baru yang berkembang, varian Delta asal India dinyatakan sebagai paling berbahaya, dengan daya tular 97 persen lebih tinggi. Diikuti oleh varian Gamma (Brasil) 38 persen, Alpha (Inggris) 29 persen, dan Beta (Afrika Selatan) 25 persen. Sampai saat ini Ikatan Dokter Anak Indonesia menyebutkan bahwa angka Covid 19 pada anak sangat cukup tinggi, bahkan menjadi tertinggi untuk jumlah kasus anak di Dunia. Apa yang harus kita lakukan untuk melindungi anak kita dari Covid 19 ini?

Tentu kita semua tidak ingin mengalami hal tersebut terjadi pada keluarga kita yang mungkin memiliki keluarga yang rentan dan beresiko tertularnya Covid 19. Jika kita perhatikan saat ini anak merupakan sasaran yang sangat emput oleh Covid 19 dengan jenis varian baru delta ini. Selanjutnya langkah apa saja yang harus kita lakukan agar mengurangi resiko terpaparnya covid 19 pada anak ini.

Peran Keluarga Saat Pandemi

Covid-19 pada anak biasanya menimbulkan gejala ringan atau tanpa gejala. Namun, tidak tertutup kemungkinan anak-anak mengalami gejala yang parah hingga membutuhkan perawatan intensif. Anak-anak dengan kondisi kesehatan yang mendasarinya, seperti obesitas, asma, penyakit jantung bawaan, atau kondisi genetik, mungkin lebih berisiko mengalami Covid-19 dengan gejala yang serius. Bayi yang berusia di bawah satu tahun pun lebih berisiko terkena Covid-19 dengan gejala serius karena sistem kekebalan tubuhnya belum terbentuk sempurna.

Sebagaimana tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam berjuang melawan covid 19 ini, tentu kita juga dituntut untuk bersama berjuang didalam keluarga kita yang memiliki keluarga yang rentan terinfeksi virus corona ini. Keluarga menjadi peran yang sangat penting dalam mengedukasi anggota keluarga yang ada dirumah dan yang saat ini paling rentan adalah anak. Keluarga memegang peranan penting yaitu mencapai memberikan asuhan kesehatan keluarga yang bertugas dalam pemeliharaan kesehatan (care giver) para anggotanya.

Salah satu tugas kesehatan yang harus dilakukan oleh keluarga menurut Freidman (1981) yaitu memberikan pertolongan dan perawatan (care giver) kepada anggota keluarganya yang sakit dan yang tidak dapat membantu diri sendiri karena cacat fisik ataupun mental, karena apabila terdapat anggota keluarga yang sakit maka tidak bisa mandiri untuk memenuhi kebutuhan aktivitas hidupnya.

Menurut ahli keluarga yaitu Friedman (1998, dalam Nasir & Muhith, 2011), menjelaskan bahwa keluarga dalam memenuhi kebutuhan kehidupannya memiliki fungsi-fungsi dasar keluarga. Fungsi dasar tersebut terbagi menjadi lima fungsi yang salah satunya adalah fungsi efektif, yaitu fungsi keluarga untuk pembentukan dan pemeliharaan kepribadian anak-anak, pemantapan kepribadian orang dewasa, serta pemenuhan kebutuhan psikologis para anggotanya. Apabila fungsi efektif ini tidak dapat berjalan semestinya, maka akan terjadi gangguan psikologis yang berdampak pada kejiwaan dari keseluruhan unit keluarga tersebut.

Merawat anak memerlukan pengetahuan, ketrampilan, kemauan, pengabdian dan kesabaran.

Keluarga merupakan orang terdekat yang secara spontan, akan mengambil bagian menjadi care giver. Pada tahap ini, peran keluarga menjadi sangat penting dalam merawat anak sehingga anak kita terlindungi dari Covid 19.

Peran apa saja yang harus kita lakukan khusunya bagi keluarga yang memiliki anak atau bayi balita, yang pertama pastikan anak memahami kondisi saat ini serta berikan contoh pada saat kita menjelaskan kepada anak misal dengan menggunakan masker, menjaga jarak, dan sering mencuci tangan jika selesai melakukan aktivitas serta jaga kondisi lingkungan anak untuk tetap bersih, aman dan nyaman serta memiliki ventilasi yang cukup. Kedua hindari anak – anak kita untuk menyentuh mata, hidung dan mulut sehabis memegang sesuatu diminta untuk langsung cuci tangan. Ketiga berikan makan- makanan dengan gizi yang seimbang (cukup karohidrat, protein, lemak ,vitamin dan mineral). Keempat hindari bersetuhan, bersalaman, bercium pipi dengan anak jika hal itu memungkinkan serta kurangi untuk mengunjungi tempat keramaian seperti mall dan lain sebagainya. Kelima ajak anak untuk rutin berolahraga, Pilih olahraga yang disukai Si Kecil. Olahraga apa pun dan di mana pun, asalkan dilakukan dengan rutin dan membuat tubuh Si Kecil aktif bergerak, dapat menjadi cara yang efektif untuk menjaga kesehatannya dan melindunginya dari infeksi virus Corona. Selain dengan menerapkan cara-cara di atas, ingatkan juga Si Kecil untuk menutup mulut dengan tisu saat bersin atau batuk, serta tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan. Keenam hindari stress pada orang tua, setiap ada keluhan pada anak segera konsultasikan kepada dokter sehingga anak mendapatkan tindakan segera. Ketujuh, selama pandemi Covid-19 terjadi orang tua harus memastikan anak-anak tetap mendapatkan imunisasi wajib dan rutinnya sesuai rekomendasi IDAI dan dokter ahli. Kedelapan, pemerintah dan masyarakat harus bekerjasama dalam melakukan pengawasan dan pendampingan protokol kesehatan secara ketat di tempat-tempat umum.

Mari kita bersama-sama terus menjaga dan melindungi keluarga kita khususnya yang sangat rentan ini agar tidak tertular oleh penyakit corona virus.

——- *** ———

Tags: