Cuaca Tak Menentu Diharapkan Petani Tetap Optimal Tanam Padi

Didik Susanto

Trenggalek,Bhirawa
Pergantian musim belakangan ini antara musim kemarau dengan musim penghujan sudah mulai susah di tebak, akibatnya ada kemungkinan akan berpengaruh terhadap tanaman padi.
Plt Kepala Dinas pertanian dan Pangan ( Dispertapan) Agung Sujatmiko melalui Sekertaris Dispertapan Trenggalek mengatakanbahwa petani harus bekerja lebih exstra untuk merawat tanaman padi.
“Jadi baru tanam sudah kekeringan sehingga harus memakai pompa air untuk pengairan sampai menunggu air berlimpah” Ujarnya.
Selain itu orang yang paham terhadap pertanian tersebut menyebutkan bahwa berbeda dengan tanaman Jagung yang ada di daerah pegunungan yang tidak banyak membutuhkan air, sehingga petani jagung lebih awal menanamnya.
“Kalau di daerah pegunungan sudah sejak bulan oktober sudah mulai tanam jagung, sehingga jadi tidak berprngaruh, kalau saat ini memang sedang musim tanam padi,” ungkapnya.
Namun ia tidak menampik kalau musim hujan yang tak menentu memang berpengaruh terhadap tanaman padi, karena memang tanaman padi banyak membutuhkan air.
“Musim begini yang paling berpengaruh terhadap tanaman padi, karena memang membutuhkan banyak air ,” tukasnya.
Maka untuk mengantisipasi terhadap tanaman padi pada saat musim seperti ini, ia tak bosan bosan mengingatkan petani diikutkan asuransi kalau seandanya gagal panen akan ditanggung asuransi, selain itu kalau awal tanam kalau kekurangan air bisa menggunakan pompa air dari bantuan pemerintah.
“Tanaman padi Sudah asuransi sehingga kalau seandainya gagal panen akan ditanggung asuransi. Bahkan kita sudah memberikan bantuan pompa air ke setiap kelompok guna menambah pasokan air dengan pompa air tersebut,” pungkasnya. (wek).

Tags: