Curah Hujan Tinggi, Petani Sayur Desak Perbaikan Irigasi

Kepala Dusun Klerek Suyono menunjukkan saluran irigasi yang jebol akibat derasnya hujan yang turun beberapa waktu lalu.

Kepala Dusun Klerek Suyono menunjukkan saluran irigasi yang jebol akibat derasnya hujan yang turun beberapa waktu lalu.

Batu, Bhirawa
Tingginya intensitas hujan beberapa waktu terakhir membuat para petani di Dusun Klerek dan Dusun Gedang Kluthuk, Kecamatan Junrejo, Kota Batu menjadi was-was. Bagaimana tidak, setiap kali turun hujan saluran irigasi pertanian di dusun tersebut tidak mampu menampung air yang meluber. Beberapa titik sudetan air jebol sehingga membutuhkan dilakukannya perbaikan.
Dari kedua dusun tersebut ada sekitar 80 hektare lahan pertanian yang menggantungkan kebutuhan air dari saluran irigasi Klerek. Namun, pentingnya fungsi irigasi ini belum diimbangi dengan pembangunan yang memadai. “Maksudnya, selain debitnya kurang besar, saluran ini juga belum diplengseng sehingga mudah sekali jebol,”ujar Kepala Dusun Klerek Suyono, Selasa (16/12).
Dan dari beberapa kali hujan yang terjadi, katanya, telah mengakibatkan beberapa titik sudetan air jebol. Akibatnya, setiap kali turun hujan, air di saluran irigasi tersebut meluber. Celakanya, luberan air tersebut menimpa beberapa lahan pertanian milik petani Klerek dan Gedang Kluthuk.
Kondisi ini tentu sangat merugikan petani. Karena hampir semua lahan pertanian di sana ditanami tanaman sayur mayur. Padahal tanaman ini tidak boleh sampai tergenang oleh air, karena bisa mengakibatkan tanaman membusuk. “Kalau musim hujan seperti ini, hama seperti ulat sudah tidak ada. Namun kendala yang dihadapi petani adalah adanya tanaman yang membusuk akibat kebanyakan air,”tambah salah satu petani setempat, Suparno.
Karena itu pula, sebagai Kepala Dusun, dia telah berkordinasi dengan Kepala Desa Torongrejo Sugeng Santoso Wijoyo. Sugeng mengatakan bahwa perbaikan saluran irigasi ini telah ia masukkan dalam Musrenbang Desa. Dan karena kebutuhan terhadap perbaikan irigasi ini sangat mendesak, Sugeng menyampaikan keluhannya kepada anggota Dewan Kota Batu.
“Biar anggota dewan itu tahu apa kebutuhan para petani di sini. Karena kalau kita sampaikan kepada dewan, mungkin kondisi saluran irigasi di sini akan terus seperti ini. Tidak ada perbaikan yang dilakukan,”ujar Sugeng Santoso.
Menanggapi masalah irigasi ini, anggota Komisi C Kota Batu Kartika Dewi menjelaskan pihaknya telah menerima keluhan dari petani terkait buruknya saluran irigasi yang ada di Kec Junrejo. Sebenarnya, katanya, dalam APBD 2015 yang baru disahkan kemarin terdapat anggaran untuk perbaikan prasarana. Dan perbaikan saluran irigasi termasuk di dalamnya.
“Kita akan tampung keluhan warga ini untuk kemudian kita bawa dalam rapat komisi. Kita harapkan kepada eksekutif agar anggaran APBD 2015 juga dipergunakan untuk membangun/memperbaiki saluran irigasi. Hal ini supaya perbaikan infrastruktur tidak dilakukan diperkotaan saja,”ujar Kartika. [nas]

Tags: