Dadang Hardiwan: Mei, Neraca Pedagangan Provinsi Jawa Timur Alami Defisit

Kepala Badan Pusat Satistik Provinsi jawa Timur, Dadang Hardiwan

Pemprov Jatim, Bhirawa
Neraca perdagangan Jatim selama bulan Mei 2020 mengalami defisit sebesar USD 9,18 juta. Defisit ini disebabkan karena adanya selisih perdagangan yang negatif pada sektor migas yang lebih besar dibandingkan selisih perdagangan di sektor nonmigas yang pada waktu yang bersamaan mencatat selisih yang positif, sehingga secara agregat neraca perdagangan menjadi defisit.
“Jadi sektor nonmigas mengalami surplus sebesar USD 126,19 juta sedangkan sektor migas mengalami defisit sebesar USD 135,37 juta,” kata Kepala Badan Pusat Satistik Provinsi jawa Timur, Dadang Hardiwan saat menyampaikan rilis secara online, kemarin.
Dijelaskan juga, kalau secara kumulatif, selamaJanuari –Mei 2020, neraca perdagangan Jatim juga mengalami defisit sebesar USD 107,53 juta. Hal ini disumbangkan oleh selisih perdagangan ekspor-impor di sektor nonmigas yang surplus sebesar USD 1.206,50 juta.
Akan tetapi, lanjutnya, selisih perdagangan ekspor-impor di sektor migas justru mengalami defisit sebesar USD 1.314,03 juta. “Surplus sektor nonmigas ini perlu lebih ditingkatkan agar neraca perdagangan Jawa Timur kembali surplus di periode berikutnya. Disamping itu perlu diupayakan untuk menekan atau mengurangi defisit dari sektor migas,” tambahnya.
Selanjutnya, ia memaparkan untuk ekspor Jatim pada Mei 2020 mencapai USD 1,25 miliar atau turun sebesar 8,25 persen dibandingkan April 2020. Nilai tersebut dibandingkan Mei 2019 turun sebesar 30,82 persen.
Ekspor nonmigas Mei 2020 mencapai USD 1,24 miliar atau turun sebesar 9,53 persen dibandingkan April 2020. Nilai tersebut dibandingkan Mei 2019 turun sebesar 28,24 persen. Ekspor migas Mei 2020 mencapai USD 18,09 juta atau naik sebesar 2.622,75 persen dibandingkan April 2020. Nilai tersebut turun sebesar 80,03 persen jika dibandingkan Mei 2019.
Golongan barang utama ekspor nonmigas Mei 2020 adalah Perhiasan/Permata (HS 71) dengan nilai sebesar USD 278,07 juta, disusul oleh Tembaga (HS 74) dengan nilai sebesar USD 110,18 juta serta Lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) dengan nilai sebesar USD 101,62 juta.
Sedangkan untuk impor Jatim Mei 2020 mencapai USD 1,26 miliar atau turun sebesar 30,21 persen dibandingkanApril 2020.Angka ini mengalami penurunan sebesar 38,70 persen dibandingkan Mei 2019.
Impor nonmigas Mei 2020 mencapai USD 1,11 miliar atau turun 32,40 persen dibandingkan April 2020. Nilai impor nonmigastersebut turun sebesar 32,50 persen dibanding Mei 2019. Impor migas Mei 2020 sebesar USD153,45 juta atau turun sebesar 8,89 persen dibanding April 2020. Dibandingkan Mei 2019, nilai tersebut turun sebesar 63,19 persen.
Golongan barang utama impor nonmigas bulan Mei 2020 adalah golongan barang Mesin-mesin/Pesawat mekanik (HS 84) sebesar USD 140,94 juta, berikutnya golongan barang Ampas/Sisa industri makanan (HS23) senilai USD 97,43 juta dan golongan barang Plastik dan barang dari plastik (HS 39) sebesar USD 66,69 Juta. [rac]

Tags: