Daftar Prodi Seni dan Olahraga Wajib Sertakan Protofolio

Tabel Seni dan Olahraga_tamSurabaya, Bhirawa
Kabar gembira bagi lulusan SMA/SMK yang memiliki bakat seni dan olah raga. Tanpa harus memiliki prestasi ,peminat program studi seni dan olahraga dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun ini bisa berkesempatan lolos di perguruan Tinggi Negeri.
Laiknya audisi acara pencarian bakat, pendaftar SNMPTN prodi seni dan olah raga harus menyiapkan portofolio berbentuk karya sebagai bahan penilaian selain nilai rapor yang sudah dikirim sekolah ke Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).
Humas SNMPTN dari ITS Bekti Cahyo Hidayanto mengungkapkan, portofolio berisi dokumentasi kumpulan karya, penampilan seni atau olahraga yang dihasilkan selama SMA melalui kegiatan formal di sekolah atau di luar sekolah.
“Dokumentasi ini tidak harus prestasi. Meski tidak berprestasi kalau ada dokumentasi yang menunjukkan bakat peminat, itu bisa dimasukkan,” terang Bekti, Senin (26/1). Jika belum memiliki dokumentasi, peminat bisa mendokumentasikan sendiri penampilannya khusus untuk menyiapkan pendaftaran SNMPTN.
Karya/penampilan yang disertakan di portofolio berbeda-beda untuk masing-masing prodi. Seperti Seni Rupa yang harus menyertakan satu gambar komposisi benda, satu gambar suasana dan karya tambahan. Sementara Seni Tari harus membuat rekaman tari tunggal (tradisi) dan rekaman tari berkelompok.
“Untuk tari berkelompok, peserta pendaftar harus memakai kostum yang berbeda,” imbuhnya.
Sementara Seni Musik harus membuat rekaman menyanyikan lagu wajib tanpa iringan musik dan rekaman praktek alat musik atau menyanyi dengan iringan musik. “Dalam rekaman harus menyertakan wajah pesertanya. Karena tahun lalu ada rekaman main gitar tapi hanya gitar dan tangannya saja yabg direkam. Sedangkan pemainnya tidak kelihatan. Ini kan meragukan,” katanya.
Sedangka. Seni Drama membuat rekaman monolog dan pantomin. Dan olahraga membuat rekaman ketrampilan/teknik cabang olahraga serta dokumen informasi kesehatan siswa. Masing-masing karya harus dilampiri lembar pernyataan orisinalitas karya yang ditandatangani siswa dan kepala sekolah berikut stempel sekolah dan bukti raihan prestasi jika ada.
Khusus olahraga harus menyertakan surat rekomendasi KONI atau pengurus cabang olahraga. Proses pengunggahan dokumen portofolio ini dilaksanakan bersamaan dengan proses pendaftaran SNMPTN 2015.
“Proses verifikasi bersamaan dengan masa pendaftaran bagi siswa yang lulus seleksi (9 Juni 2015). Jika panitia ragu maka peserta bisa diminta mempraktekkan keahiannya,”tegasnya. Di ITS,  Bekti merinci prodi yang mewajibkan mendaftar dengan portofolio antara lain desain produk dan desain komunikasi visual.
Selain ITS, PTN di surabaya yang paling banyak mensyaratkan portofolio adalah Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Ada tujuh prodi yang wajib menyertakan portofolio yakni Pendidikan Seni Rupa, Ilmu Seni Rupa, Pendidikan Sendratasik, Seni Musik, Desain Komunikasi Visu?l, Pendidikan Keolaragaan, Pendidikan Kepelatihan dan Ilmu Keolahragaan.
“Selama ini kami cukup percaya dengan portofolio yang dikirim pendaftar, tentu yang sesuai kriteria. Karena itu kami tidak perlu mengetes peserta lagi,” kata Kepala Humas Unesa Suyatno.
Salah satu kriteria yang wajib dipenuhi pendaftar adalah orisinalitas atau keaslian karyanya. Diakui doktor sastra ini, selama ini banyak sekali karya yang meragukan. Seperti menari dengan menggunakan topeng, memainkan elektone yang hanya terlihat tangan tanpa ada wajah pemainnya serta foto lukisan yang hanya terlihat tanganya. .
“Kalau seperti ini sudah pasti kami tolak,” kata Suyatno. [tam]

Tags: