Dam Ngaringan Ambrol Diterjang Banjir Lahar Dingin Kelut

Tampak sabuk dam penghubung Desa Ngaringan dengan Desa Soso Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar ambrol akibat lahar dingin Gunung Kelud. [Hartono/Bhirawa]

Tampak sabuk dam penghubung Desa Ngaringan dengan Desa Soso Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar ambrol akibat lahar dingin Gunung Kelud. [Hartono/Bhirawa]

Blitar, Bhirawa
Akibat banjir lahar dingin Gunung Kelud membuat sabuk dam Desa Ngaringan dengan Desa Soso Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar ambrol. Diungkapkan salah satu warga Desa Ngaringan Kecamatan Gandusari, Sudarmanto, 42, sabuk dam yang juga sebagai jembatan penghubung Desa Ngaringan dengan Desa Soso ambrol akibat diterjang lahar dingin hari Jumat lalu.
Dari tiga lapis sabuk dam ini, dua di antaranya ambrol. Bahkan satu sabuk dam lagi sudah tergerus air di bagian bawahnya. “Ambrolnya sabuk dam ini, warga mulai khawatir untuk melewati. Namun karena ini sebagai salah satu penghubung desa yang paling dekat, warga tetap saja memberanikan diri untuk lewat meskipun was-was,” kata Sudarmanto.
Ditambahkan Sekretaris Desa Ngaringan, Sugianto, ambrolnya sabuk dam ini sudah dimulai satu bulan yang lalu, namun diperparah lagi dengan adanya banjir lahar dingin Jumat lalu. Bahkan pihak Desa juga sudah melaporkan hal ini ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Dinas PU Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Blitar selaku SKPD terkait dengan bencana dan perbaikan infrastruktur.
Laporan itu dilakukan agar sabuk dam yang berjarak sekitar 10 kilometer dari Gunung Kelud ini segera diperhatikan dan tidak membahayakan masyarakat. “Sebenarnya sebelmnya dari Dinas PU Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Blitar sudah melakukan pemeriksaan di lokasi, namun sampai terjadi bencana kemarin belum ada tindak lanjut,” ujarnya.
Secara terpisah Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Heru Irawan mengatakan saat ini diakuinya adanya ancaman lahar dingin sepanjang aliran Gunung Kelud akibat tingginya curah hujan beberapa bulan ini. Sehingga pihaknya meminta warga di sekitar Kali Bladak, Kali Putih di Kecamatan Garum, NglegokĀ  dan Gandusari teramasuk di Desa Ngaringan untuk mewaspadai adanya ancaman lahar dingin.
“Sebab lahar dingin bisa sewaktu-waktu turun karena masih tingginya intensitas curah hujan beberapa hari ini. Bahkan bisa menyebabkan tumpukan materialĀ  sisa letusan Gunung Kelud longsor. Untuk itu para penambang pasir kami minta untuk tidak beraktivitas pada saat hujan deras,” terang Heru Irawan.
Tambah Heru, adanya indikasi bencana alam, pihaknya juga meminta kepada masyarakat segera melaporkan kepada BPBD Kabupaten Blitar agar segera ditindaklanjutinya. Namun terkait dengan kerusakan akibat bencana pihaknya masih akan melakukan koordinasi. [htn]

Tags: